BUKAN KARENA KU, TETAPI KARENA ROH-MU
Views: 0
Lukas 18 : 11
”Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini”
Bukan Karena ku, Tetapi karena Roh-Mu
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih.. Manusia mana yang tidak bermegah ketika mendapatkan pujian? Tanpa kita sadari, acapkali sikap dan tindakan kita kurang lebih sama dengan kelakuan orang Farisi yang suka dipuji, senang dengan pujian. Memang kebutuhan manusia yang mendasar adalah penghargaan, semua orang senang dipuji dan ingin dihargai.
Namun, seringkali sikap seperti ini juga merambah dalam dunia pelayanan, ada orang yang merasa lebih layak melayani dibandingkan orang lain, orang Farisi berkata dengan menyombongkan diri, ”Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku”
Orang Farisi itu merasa bukan orang berdosa, melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dalam hukum Taurat, bahkan menghakimi si pemungut cukai sebagai orang berdosa yang tidak layak dibandingkan dirinya.
Kita juga seringkali merasa dibutuhkan, merasa kita yang paling mampu, paling pintar, paling berkuasa, padahal firman Tuhan berkata, ”Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan semesta alam”
Paulus mengakui bahwa keberadaannya itu karena kasih karunia Tuhan semata, termasuk segala keberhasilan yang diraihnya, bukan karena kekuatan, kemampuan, kepandaiannya, melainkan karena kasih karunia Tuhan yang dianugerahkan kepadanya, dengan kata lain, Paulus ingin mengatakan bahwa semua yang dapat dia lakukan dalam melayani Kristus adalah karena anugerah Tuhan.
Kalau kita masih diberi kesempatan untuk melayani Tuhan, sadarilah bahwa semuanya karena anugerah-Nya.
Maka jangan menjadi sombong, jangan pernah membanggakan diri karena merasa hebat, pelayan-pelayan Tuhan harus memiliki kerendahan hati, sekali lagi semua karena anugerah-Nya bila kita dipakai-Nya, diberi kesempatan melayani Raja segala Raja bukan karena ke “aku” tetapi Dia sang pemilik kehidupan. Selamat berefleksi bagi kita semua, Tuhan memberkati. Amin.
Doa
Mari kita berdoa, Ya Allah ampuni kami jikalau kami seringkali meninggikan diri kami dari pada meninggikan Engkau. Ajar kami untuk tidak sama seperti orang Farisi tetapi ajar kami seperti Paulus yang menyadari bahwa segala kebaerhasilan kami karena campur tangan-Mu dalam hidup kami. Inilah doa kami, dalam nama Putera-Mu yang tunggal Tuhan Yesus Kristus, kami telah berdoa. Amin.
