KELAPA KOPYOR
Views: 0
Bacaan: Hakim-hakim 11:7
Tetapi kata Yefta kepada para tua-tua Gilead itu: “Bukankah kamu sendiri membenci aku dan mengusir aku dari keluargaku? Mengapa kamu datang sekarang kepadaku, pada waktu kamu terdesak?”
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Kopyor merupakan kelainan genetik pada buah kelapa. Ciri kelainan ini adalah “daging buah” yang empuk atau terlepas dari tempurungnya, jumlah air kelapa sedikit, dan aroma yang khas yang berbeda dari daging kelapa biasa. Meski demikian, saat ini kelapa kopyor termasuk salah satu primadona bagi para petani kelapa. Selain rasanya yang unik dan segar, kelapa kopyor juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Harga sebutir kelapa kopyor bisa beberapa kali lipat dari harga kelapa muda biasa. Karena itulah, maka para ahli pertanian berupaya melakukan kultur jaringan agar dapat memperoleh pohon kelapa yang menghasilkan buah kelapa kopyor.
Pada waktu dahulu, buah kelapa kopyor hampir tidak laku dan hanya dibuang karena masyarakat tidak memakan daging buah kelapa kopyor. Hal itu terkait dengan legenda yang hidup di tengah masyarakat yang menganggap bahwa buah kelapa kopyor tersebut merupakan sisa makanan dari bulan. Menurut legenda ini saat terjadi gerhana bulan, bulan turun ke bumi dan makan buah kelapa. Sisa buah kelapa yang telah dimakan oleh bulan itu menjadi kelapa kopyor.
Seiring dengan perkembangan zaman dan juga minat terhadap kuliner yang unik, maka buah kelapa kopyor menjadi salah satu sajian yang dicari. Buah kelapa kopyor sangat disukai karena rasanya yang menyegarkan bila disajikan sebagai minuman. Kegunaan lainnya adalah sebagai bahan kue, baik kue kering maupun kue basah. Bisa dikatakan bahwa saat ini buah kelapa kopyor menjadi sajian yang dapat memuaskan lidah para pecinta kuliner. Ibarat kata: dahulu dibuang, tetapi sekarang dicari dan dinikmati.
Bukankah kisah tentang buah kelapa kopyor ini dapat dipakai untuk menggambarkan diri kita sebagai orang-orang percaya? Sesungguhnya kita kita ini adalah orang yang terbuang karena dosa; namun dicari, ditemukan dan diubah oleh Tuhan agar menjadi alat-NYA. Dalam kisah yang disaksikan oleh Alkitab, kita juga dapat menjumpai tokoh-tokoh yang terbuang – dalam arti yang sesungguhnya – akan tetapi kemudian dicari karena kepemimpinannya diperlukan. Salah satu tokoh itu adalah Yefta. Seorang Hakim di zaman Hakim-hakim.
Dalam Kitab Hakim-hakim pasal 11, kita dapat membaca bahwa Yefta adalah anak dari Gilead, namun ia lahir dari seorang perempuan sundal. Oleh karena itulah maka dia diusir oleh saudara-saudaranya seayah. Dalam keterpurukannya itu, akhirnya Yefta bergaul dengan para perampok di tanah Tob. Akan tetapi ketika Bangsa Amon memerangi Israel, maka Yefta dipanggil oleh tua-tua Israel untuk memimpin perlawanan. Sebagai manusia, tentu kemarahan dan kekecewaan masih tersisa di dalam hati Yefta, oleh sebab itu ia berkata: “Bukankah kamu sendiri membenci aku dan mengusir aku dari keluargaku? Mengapa kamu datang sekarang kepadaku, pada waktu kamu terdesak?”
Campur tangan Tuhan atas dirinya telah mengubahkan Yefta menjadi seorang pemimpin Israel yang tangguh dan disegani. Hampir semua peperangan melawan Bangsa Amon selalu dimenangkan bahkan untuk pertempuran yang terberat sekalipun. Tuhan telah membuat Yefta – yang dibuang – menjadi berkat bagi Israel di masa itu.
Saudaraku, mungkin saat ini, kita juga merasa terbuang dan tak berdaya – seperti Yefta atau buah kelapa kopyor di masa lalu – karena berbagai macam alasan, namun percayalah bahwa Tuhan sedang membentuk kita agar suatu saat nanti berhasil dan menjadi berkat bagi banyak orang. Setia dan taatlah sebab di dalam waktu-Nya, Tuhan sedang memproses kita masing-masing. Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, karena situasi dan kondisi seringkali kami menjadi seperti orang yang terbuang. Namun kami percaya, Tuhan sedang membentuk kami agar menjadi berarti pada waktunya nanti. Kiranya Roh Kudus meneguhkan kami untuk selalu taat dan setia kepada kehendak-Mu. Terimakasih Tuhan Yesus. Amin.
