MERENDAHKAN DIRI, DITINGGIKAN
Views: 0
Bacaan: Lukas 14 :7-11
Salam sejahtera, semoga kita makin merendahkan diri seperti Yesus yang punya kedudukan yang tinggi, punya kuasa, sangat mulia tapi merendahkan diri menjadi sama dengan manusia, mengalami penderitaan manusia, bahkan direndahkan sampai mati di salib. Namun pada akhirnya, Tuhan Yesus ditinggikan oleh kuasa Allah, menjadi Raja Kekal, menjadi hakim agung. Hal ini sesuai dengan ungkapan dalam Lukas 14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri , ia akan ditinggikan.
Allahlah yang menentukan kedudukan seseorang di dalam Kerajaan Allah, bukan diri sendiri, bukan orang lain. Allah yang meninggikan orang, dan merendahkan orang di dalam Kerajaan Allah. Orang yang meninggikan diri sendiri, karena dia sendiri yang menentukan kedudukannya di dalam Kerajaan Allah, dan mencari tempat duduk kehormatan, seperti seorang tamu diundang, kemudian mencari sendiri tempat duduk kehormatan, dekat tuan rumah. Orang meninggikan diri sendiri, menilai diri sendiri yang paling suci, paling benar, paling baik dalam melakukan ibadah, paling baik dalam melakukan perintah Tuhan, merasa diri yang paling pantas masuk Kerajaan Allah, menganggap orang lain tidak pantas masuk Kerajaan Allah. Orang Yahudi merasa hanya kelompok mereka yang pantas masuk Kerajaan Allah, sementara kelompok di luar Yahudi dianggap sebagai api untuk neraka.
Orang yang meninggikan diri seperti orang Farisi, yang sering menganggap dirinya benar karena usaha mereka sendiri. Mereka tidak sadar akan perangainya yang berdosa, ketidaklayakan diri mereka, dan mereka terus-menerus membutuhkan pertolongan, rahmat, dan kasih karunia Allah. Karena tindakan-tindakan kealiman dan kebaikan lahiriah yang luar biasa, mereka menyangka bahwa mereka tidak memerlukan kasih karunia Allah. Ia berusaha untuk dilihat orang. Ia berdoa kepada dirinya sendiri,untuk dirinya sendiri. Ia merasa tidak sama dengan semua orang lain. Ia menganggap diri paling benar. Orang pergi ke rumah Tuhan untuk menyembah Allah, memuji Allah bukan meninggikan diri sendiri.
Orang yang meninggikan diri pada masa kini, adalah kelompok agama yang menentukan kelompok mereka pasti masuk surga, dan mereka percaya bahwa kelompok kafir akan menjadi arang api di neraka. Orang yang congkak akan merasa pantas masuk surga, kalau dia sudah membunuh orang kafir, kemudian setelah dia meninggal maka ia langsung mendapat bidadari yang cantik di surga.
Orang yang merendahkan diri adalah orang yang mencari tempat duduk yang paling rendah atau tidak terhormat, kemudian Allah sebagai tuan rumah, akan meminta orang yang meninggikan diri sendiri untuk pindah ke tempat yang paling rendah, dan Allah memberi tempat kehormatan dekat dengan Allah, kepada orang yang merendahkan diri. Orang congkak akan mendapat malu dihadapan Allah dan semua undangan Allah. Orang yang meninggikan diri akan direndahkan Tuhan. Orang yang merendahkan diri akan ditinggikan Tuhan. Ditinggikan Tuhan digambarkan sebagai orang paling dekat dengan Tuhan, yang paling dipercaya Tuhan, paling percaya pada Tuhan, paling dikasihi Tuhan dan paling mengasihi Tuhan.
Tindakan merendahkan diri terhadap sesama adalah hasil dari sikap merendahkan diri dihadapan Allah. Merendahkan diri dihadapan Allah berarti meninggikan, memuliakan Allah, menyerahkan diri pada perintah dan kehendak Allah. Orang yang merendahkan diri berarti mau mengakui dan menyesali dosa dihadapan Allah dengan setulus hati, tidak pura-pura, kemudian berbalik dari jalan yang tidak benar, maka Allah akan mengampuni dosa dan memulihkan kehidupannya. Orang yang merendahkan diri sadar dirinya orang berdosa, dan berhadapan dengan Tuhan yang tidak berdosa, yang sempurna, maka dalam dirinya tidak ada yang disombongkan. Dalam kesadaran sebagai orang berdosa, maka tidak akan mau menghakimi orang lain yang sama-sama berdosa, tidak ada yang lebih suci, hanya Yesus yang tidak berdosa, paling suci.
Pemungut cukai gambaran orang yang merendahkan diri, betul-betul menyadari dosa dan kesalahannya, dan dengan sikap pertobatan yang sejati, ia berpaling dari dosa kepada Allah untuk memperoleh pengampunan dan rahmat.
Orang yang merendahkan diri seperti pemungut cukai, maka ia tidak menonjolkan perbuatan-perbuatan baiknya, tetapi fokus pada penyesalan dosa. Pemungut cukai tidak membandingkan dirinya lebih suci dari orang berdosa lainnya. Pemungut cukai dibenarkan Allah, ditinggikan Allah, tapi orang Farisi tidak mendapat pembenaran dari Allah. Yesus mengecam mereka yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain.
Orang yang merendahkan diri adalah orang yang sadar akan kecongkakan dirinya, dan menyesalinya. Orang yang merendahkan diri akan berkata: “ Tuhanlah yang benar” (2 Tawarikh 12:6). Orang yang congkak, akan merasa bahwa dirinya yang benar, dan Tuhan yang salah, tidak adil, tidak baik, ketika ada penderitaan, kedukaan, kesusahan, menimpa dirinya.
Sebelum mendengar Firman Tuhan, orang merendahkan diri dihadapan Tuhan dengan doa penyesalan dosa, dengan tulus, tidak pura-pura, maka Firman Tuhan akan diterima dan ditaati. Demikian juga sebelum berdoa, orang merendahkan diri dihadapan Tuhan, maka Tuhan akan mendengarkan doa mereka. Doa yang merendahkan diri adalah doa yang mau mengikuti kehendak Tuhan, bukan mengutamakan kehendak sendiri atau keinginan daging. Doa yang merendahkan diri adalah percaya bahwa kita berhadapan dengan Allah Yang Maha Agung, Maha Kudus, Maha Kuasa, Maha Kuat, kita adalah orang yang paling tidak pantas berdiri dihadapan Allah. Orang yang merendahkan diri, percaya bahwa Allah yang paling ahli tentang persoalan hati, pikiran dan hidup kita seluruhnya, kita percaya Allah yang ahli mampu memberi jalan keluar terbaik bagi hidup kita.
Orang yang pura-pura merendahkan diri, akan membesar-besarkan diri dengan pikiran dunia (Kolose 2:18), kemudian beribadah hanya untuk memuaskan hidup duniawi (Kolose 2:18), setelah ibadah tetap saja keinginan diri sendiri yang diutamakan bukan kehendak Tuhan, tetap saja bertindak tidak adil, memeras, melakukan apa yang tidak Tuhan kehendaki.
Marilah kita makin merendahkan diri denga hati tulus, bahwa kita tidak layak dihadapan Allah, kita yang dulu angkuh, kita menyesalinya, maka kita akan heran dengan rahmat Tuhan yang besar. Hanya berkat pengasihan Tuhanlah yang membuat kita rukun, dengan Tuhan. Kita merendahkan diri dan kita mengagungkan rahmat Tuhan seperti ungkapan KJ 39:3 Ini tetap pengakuanku, jikalau orang ingin tahu: hanya berkat pengasihanMu rukunlah aku dan Engkau. ‘Ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmatMu, ‘ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmatMu. amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami makin yang merendahkan diri seperti Yesus yang kemudian di tinggikan Allah. Kami menyesali sikap meninggikan diri sendiri, menganggap diri paling suci, paling benar, paling beribadah. Buat kami sadar bahwa kami tidak layak dihadapan Allah, kami orang berdosa yang dibenarkan Tuhan. Ampunilah sikap kami yang menghakimi orang lain, menganggap orang lain lebih rendah, lebih berdosa dari kami. Dalam Yesus kami berdoa amin.
