TETAPLAH BERPENGHARAPAN
Views: 0
Bacaan: Roma 5: 2-5
Selamat berjumpa lagi bapak ibu, saudara-saudaraku dan anak-anak, dalam perenungan Rabu hari ini. Saya juga mau menyampaikan Gong Xi Fat Chai bagi saudaraku semua yang merayakan Imlek. Kita tetap memiliki pengharapan bahwa hari ini dan yang akan datang, berkat, dan kasih pemeliharaan Tuhan kita rasakan dan kita lihat. Semoga kita mengalami sukacita dalam Tuhan di masa-masa ini dan masa yang akan datang.
Tentang Pengharapan ini, seringkali kita memandang bahwa jika kita bicara tentang pengharapan, itu adalah soal masa yang akan datang saja. Misalnya kita berharap kelak kita akan tinggal di Sorga, atau kita berharap Covid akan berlalu. Kita berharap ini dan itu, yang semuanya belum terjadi. Harapan seolah lepas pada masa kini. Apakah memang demikian bahwa tidak ada hubungan antara harapan dengan masa kini?
Dari bacaan kita hari ini maka kita dapat menemukan bahwa pengharapan itu justru sangat berhubungan erat keadaan kini. Hal ini disampaikan bahwa dalam bacaan Alkitab tadi, bahwa hal akan bermegah “akan menerima kemuliaan Allah(sorga)”, juga terhubung dengan ‘bermegah juga dalam kesengsaraan kita (saat ini)”. Kelihatannya, Meski Paulus saat itu belum mengenal( secara tatap muka), Paulus kelihatannya memahami situasi jemaat itu. Bukankan jemaat ini ada di tengah situasi yang mereka dibenci karena kekristenan nya? Nah, bukankah itu adalah hal yang bisa menyengsarakan umat Kristen saat itu. Jadi saat itu, adalah moment tempat kita menunjukkan pengharapan kita akan masa yang akan datang. Masa kini menjadi sangat penting bagi masa yang akan datang. Berdasarkan iman karena kasih Kristus yang telah (masa lalu dan seterusnya) mati untuk menebus dosa-dosa kita, maka pada masa kini, di tengah berbagai persoalan kehidupan kita, kita tetap memiliki pengharapan akan masa yang akan datang. Segala pengharapan ini dikarenakan iman kepada Kristus yang telah menjadi Juruselamat kita, tidak hanya hadir pada masa lampau, namun juga pada masa kini dan masa yang akan datang.
“Masa lampau” saat kita menerima Kristus adalah saat yang memberi kekuatan dan semangat, karena sejak itu kita telah diampuni dan dibersihkan oleh Kasih Kristus. Itulah sebabnya saat ini menjadi moment yang istimewa selalu, karena dalam segala keadaan Tuhan selalu hadir, baik senang maupun susah. Tuhan juga hadir dengan berbagai macam cara yang membuat kita takjub, tercengang, atau menggugah, atau bersyukur atau membuat kita diingatkan dan bertobat. Kita menikmati dan hidup di masa kini dengan penuh semangat, dan penghargaan pada setiap moment nya. Semua penghargaan dan semangat dalam segala keadaan di masa kini pun lalu mendatangkan pengharapan akan masa yang akan datang, bahwa kehidupan yang lebih baik dan lebih sempurna akan terjadi. Dan kesempurnaannya kelak kita harapkan dalam kemuliaan bersama Allah dalam Sorga.
Saudara-saudara, bapak-ibu dan para anak. Jadi,dalam berpengharapan akan masa depan yang baik, marilah kita saat ini bersemangat dan bersukacita berkarya dan berjuang karena kita memegang terus pengharapan dari Tuhan di masa yang akan datang. (LiN102-2022)
