BERITAHUKANLAH PELANGGARAN MEREKA
Views: 0
Bacaan: Yesaya 58: 1-10
Salam sejahtera, kiranya kita makin dimampukan Tuhan untuk memberitahukan pelanggaran atau dosa sesama dengan berseru yang kuat seperti diungkapkan dalam Yesaya 58:1 Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
Orang yang diberkati Tuhan dan dicintai Tuhan adalah orang yang mencintai Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan. Seorang anak yang disenangi orangtua adalah anak yang mengasihi orangtua dengan melakukan kehendak orangtua yang baik dan benar. Anak yang suka melawan orangtua, suka-sukanya sendiri adalah anak yang membuat kesal orangtua. Seorang anak bernama Nono dari NTT menjadi juara matematika sempoa sedunia. Menurut cerita ibunya, Nono mau mendengar apa yang dipesankan orangtuanya yaitu kalau ia mau menjadi orang yang lebih baik dari ayah dan ibu, harus ada kelebihan lain, harus ada usaha lebih dari yang pernah dilakukan ayah dan ibu. Nono berusaha menjadi lebih baik dengan belajar matematika rajin latihan matematika lewat online dan mau dibimbing ahli. Ada waktunya untuk bermain dengan teman, tapi ada waktu untuk latihan dan membaca buku matematika. Nono mencintai orangtua dengan melakukan pesan atau nasehat dari orangtua dan tekun latihan. Demikian kita yang mengasihi Tuhan maka kita akan melakukan kehendak Tuhan dengan tekun melatihnya.
Bagaimana agar kita mampu melakukan firman Tuhan? harus ada kesediaan kita untuk rendah hati secara tulus, bukan pura-pura. Orang yang rendah hati dengan tulus mau menerima pemberitahuan tentang pelanggaran atau dosa terhadap kehendak Tuhan.
Siapa yang diutus Tuhan memberitahu pelanggaran atau dosa ? Orangtua yang mencintai Tuhan, yang senang mendengar kehendak Tuhan dan bukan kehendak sendiri dan senang melakukan kehendak Tuhan, walau orangtua belum sempurna, juga diutus Tuhan untuk memberitahu pelanggaran atau dosa anak-anak terhadap kehendak Tuhan, bukan terhadap kehendak orangtua sendiri. Kehendak orangtua belum tentu sesuai kehendak Tuhan. Ada orangtua berkehendak agar anaknya tidak usah terlibat melayani, fokus pada sekolah dan pekerjaan. Biar orang lain yang terlibat.
Dalam gereja, pendeta, penatua atau majelis, juga diutus Tuhan untuk dapat memberitahu pelanggaran atau dosa anggota jemaat terhadap kehendak Tuhan bukan terhadap kehendak majelis jemaat (pendeta atau penatua). Kehendak majelis jemaat adalah agar anggota jemaat datang kebaktian, belajar Alkitab, tapi kehendak Tuhan bukan sekedar beribadah membaca Alkitab, berdoa memuji Tuhan, yang paling penting adalah melakukan kehendak Tuhan seperti menolong orang yang lemah miskin, yang diperlakukan tidak adil, orang tertindas, orang terbelenggu oleh dosa, keinginan daging. Melalui Yesaya 58:2-4 dijelaskan tentang umat yang rajin beribadah, mendalami Alkitab, tapi tidak melakukan kehendak Tuhan, mereka berbantah, berkelahi, menekan orang susah. Dengan beribadah, berpuasa mereka minta Tuhan memperhatikan dan mengindahkan mereka, tapi Tuhan tidak mendengar suara mereka, ibadah mereka sia-sia.
Dalam pergaulan sehari-hari, teman yang mencintai Tuhan senang mendengar kehendak Tuhan diutus Tuhan untuk memberitahu pelanggaran atau dosa dari teman yang tidak mengikuti kehendak Tuhan. Dalam masyarakat kita juga diutus Tuhan untuk memberitahu pelanggaran atau dosa yang tidak sesuai kehendak Tuhan, melalui media massa, media sosial, tulisan buku dan lain-lain. Kehendak rakyat dari kelompok tertentu adalah rumah ibadah Kristen dilarang, kehendak negara adalah kebebasan beragama. Kehendak Tuhan adalah membebaskan orang yang tertindas, diperlakukan tidak adil. Kita memberitahu pelanggaran atau dosa orang yang menghambat orang beribadah, melalui aparat hukum dan aparat keamanan, agar bertindak adil.
Mengapa perlu memberitahu pelanggaran atau dosa? Karena orang tidak sadar sudah menjauh dari kehendak Tuhan, hanya berpura-pura mencintai Tuhan, berpura-pura rendah hati, berpura-pura mendengar Tuhan, tapi tidak ada firman yang masuk dalam hati, tidak ada firman Tuhan yang disenangi dan ingin dilakukan. Orang bisa lupa untuk melakukan apa yang didengar dari firman Tuhan. Orang bisa malas, tidak setuju dengan kehendak Tuhan. Orang tidak bisa melawan kehendak daging, kehendak nafsu, kehendak iblis, kehendak teman, sehingga tidak mampu menerima kehendak Tuhan dalam hati. Mengapa orang sering lupa pada firman Tuhan yang disampaikan dalam gereja atau pada saat teduh pribadi? sebab orang sering terbenam, fokus pada kehendak sendiri selera sendiri, ajakan teman ajakan pergaulan. Ketika orang ke gereja membaca dan mendengar firman Tuhan , saat teduh , tapi lupa pokok-pokok pikiran dari firman Tuhan, tidak tahu apa yang direnungkan dari firman Tuhan. Nono juara matematika sempoa dunia, apa yang dibaca, didengar kemudian direnungkan, dilatih agar makin memahaminya. Kiranya kita makin berhasil melakukan firman Tuhan, kehendak Tuhan, ketika mendengar dengan sepenuh hati, mencintai Tuhan dan firman segenap hati, merenung pokok pokok firman Tuhan berulang-ulang agar meresap dihati dan menjadi kebiasaan dalam hidup.
Bagaimana memberitahu pelanggaran atau dosa kepada orang lain? tidak dengan marah, tidak dengan membenci, tidak menyakiti hati, tidak menggunakan berita palsu atau berita bohong, tidak menghakimi, tidak menghina, merendahkan dengan kata-kata kasar, tidak menyingkirkan tapi membuat orang mengerti apa pelanggaran atau dosa orang lain. Suami memberitahu pelanggaran atau dosa istri menurut kehendak Tuhan, dengan kasih, bukan menurut kehendak suami. Istri memberitahu pelanggaran atau dosa suami menurut kehendak Allah dengan kasih bukan menurut kehendak sendiri. Orangtua memberitahu pelanggaran atau dosa, anak dengan kasih, menurut kehendak Tuhan bukan menurut kehendak sendiri. Demikian juga anak memberitahu pelanggaran atau dosa orangtua menurut kehendak Tuhan bukan menurut kehendak anak sediri.
Apabila kita sudah tahu pelanggaran kita, maka kita datang kepada Tuhan Anak Domba Allah, kita memohon pengasihan Anak Domba Allah atas dosa dan pelanggaran kita, agar diri kita dikuduskan Anak Domba Allah seperti ungkapan dalam PKJ 41:1 ‘Ku datang kepadaMu, Anak Domba Allah. ‘Ku mohon pengasihan, Anak Domba Allah. Atas dosa-dosaku dan pelanggaranku. Kuduskanlah diriku, Anak Domba Allah. Amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami untuk memberitahu pelanggaran atau dosa sesama kami dan ketika kami menyadari pelanggaran atau dosa kami maka dengan rendah hati kami menyesalinya, dan diperbaharui Yesus sehingga kami mampu melakukan kehendak Tuhan, dalam nama Yesus kami berdoa amin.
