UNJUK RASA
Views: 0
Bahan: I Samuel 8:3-5,
Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya: “Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain.”
Bahan renungan kita hari ini adalah suatu unjuk rasa, jaman dulu 1500 tahun SM. Umat Israel yang hidup tenteram dalam pengawasan imam dan nabi Samuel, para tua-tua atau pemuka-pemuka Israel unjuk rasa di depan rumah Samuel, mereka menuntut agar Samuel mengangkat seorang raja yang memimpin umat itu, seperti raja pada bangsa-bangsa lain. Tuntutan dalam bentuk unjuk rasa itu sangat wajar, karena Samuel yang saleh itu telah mewariskan jabatan hakim dan imam kepada putranya, yaitu Yoel dan Abia. Tetapi putranya itu jauh dari kesalehan, dia mencari keuntungan materi mau menerima suap untuk berpihak kepada kejahatan. Para tua-tua itu melihat kalau begitu kelakuan hakim maka kacaulah negeri. Karena itu mereka unjuk rasa menolak Yoel dan Abia sebagai hakim, sebagai gantinya maka mereka meminta Samuel mengangkat seorang raja yang memerintah dan memimpin pasukan untuk mempertahanakan keamanan negeri. Samuel sangat terkejut dengan permintaan itu, karena kalau disebut “raja,” Tuhan satu-satunya raja untuk mereka. Tetapi akhirnya Tuhan yang mengabulkan permintaan tua-tua itu, dan memerintahkan Samuel mengurapi raja yang ditunjuk oleh Tuhan.
Terlihat di sini bahwa unjuk rasa atau demonstrasi sangat positif, sebagai sarana koreksi, tuntutan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat, bahwa ada yang kurang beres atas kebijakan pimpinan. Tidak sedikit unjuk rasa yang sangat positif, seperti unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa menuntut presiden Soeharto melepaskan jabatan kepresidenan dan berhasil baik. Tetapi ada juga unjuk rasa atau lebih tepat sebagi demonstrasi yang kadang lebih condong dilakukan sebagai unjuk kekuatan dari suatu kelompok, bahwa mereka itu memiliki kekuatan rakyat yang harus didengar tuntutannya, ternyata tuntuan atau aspirasi yang disampaikan bermuatan politik kelompok tertentu yang mengakibatkan kekacauan. Tentu unjuk rasa seperti ini tidak dapat didengar. Bagi Anda yang memiliki wawasan ketatanegaraan bisa memberi tanggapan yang lebih baik.
Mari kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Pernahkah Anda sebagai anggota jemaat gereja, menyampaikan tuntutan, koreksi atau aspirasi untuk perbaikan pelayanan ke Majelis Jemaat Gereja Anda?
- Apakah Anda ingat dengan baik tiga raja pertama raja Israel?
- Dapatkah Anda memahami salah satu factor sehingga Yesus akhirnya dihukum salib, adalah akibat demonstrasi kelompok tertentu?
Mari berdoa:
Bapa kami dalam sorga, kami bersyukur memiliki jalur yang baik yaitu doa untuk menyampaikan aspirasi, tuntutan kepada Bapa, melalui Pengantara kami Yesus Kristus. Kami percaya apa yang kami sampaikan selalu didengar dan dijawab oleh Bapa. Roh Kudus menolong kami agar jalur doa, pujian dan ibadah, kesaksian iman, kami jadikan sarana menyampaikan aspirasi, syukur, permohonan dan safaat kami. Inilah doa kami dalam nama Tuhan Yesus, Amin. [AS200223]
