AKU INI DEBU
Views: 2
Bacaan: Mazmur 103:14
“Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.”
Hari ini, Kita merayakan Rabu Abu. Ini adalah hari pertama memasuki masa Pra Paskah, yang ditentukan 40 hari sebelum masa Paskah (tanpa menghitung hari Minggu nya).
Pada hari Rabu Abu ini, kita sebagai umat Kristen akan menghayati sungguh-sungguh kesengsaraan Tuhan Yesus yang menderita dan mati, namun Bangkit untuk menyelamatkan kita. Penghayatan demikian membuat hari ini juga disebut sebagai hari berkabung. Hari berkabung ini diisi dengan hati kita yang dipenuhi kesadaran bahwa kita adalah manusia yang berdosa. Kita adalah manusia yang tak layak di hadapan Tuhan. Pada hari ini, kita akan sungguh-sungguh mengenal dan mengakui lagi segala kesalahan kita di hadapan Tuhan. Kita mau menyatakan bahwa kita menyesali segala pelanggaran, kesalahan dan dosa kita di hadapan Allah. Dan kita mau bertobat dari segala dosa kita.
Sebagai Kristen, kita yang mau bertobat dan menyesali kesalahan kita dengan sungguh dan sepenuh hati, akan mendapat pengampunan dari Tuhan. Hanya Tuhan dalam Kristuslah, yang kita kenal, tempat kita mendapat pengampunan. Dialah yang telah rela memikul kesengsaraan bagi kita dan bahkan mati di atas kayu Salib, demi menebus segala pelanggaran dan dosa kita. Kita sungguh-sungguh mengimani bahwa justru dengan Kesengsaraan dan KematianNya juga KebangkitanNya, kita mendapatkan Anugerah keselamatan itu.
Jadi hari ini, jika engkau merasa bersalah dan berdosa kepada Tuhan, jangan menjauh dari Nya. Mendekatlah pada Tuhan, jarena KasihNya pada kita amat luas dan dalam. Tak ada dosa yang tak diampuniNya. Dengan iman, kita mendekat kepada Tuhan Allah, untuk menerima pengampunan.
Sebesar dan selebar apapun dosamu, jika engkau sungguh mau menyerahkan pada Tuhan Yesus dan mau bertobat, maka engkau akan diterima dan diampuniNya. Pertobatan adalah tanda bahwa kita sungguh-sungguh menyadari dan menyesali segala kesalahan dan pelanggaran kita, di hadapanNya. Jadi jangan ragu untuk datang dan percaya kepaNya, Sang Kristus yang mau mengulurkan tanganNya dan mau merangkulmu kembali.
Inilah waktu yang indah, wakut untuk meyesali diri. Kita ini adalah abu yang tak berharga, namun dapat menjadi berharga karena tubuh dan darah Kristus. Oleh karena itu marilah hari ini dengan kerendahan hati, kita menghayati kedebuan kita, namun kita yang debu ini dikasihi oleh Allah dalam Kristus yang anugerahNya sangat besar dan ajaib.
Kiranya, nanti sore, jemaat juga dapat berkumpul bersama di gereja untuk merayakan bersama Rabu Abu ini. Dengan menerima debu salib di dahi, kita menyerahkan diri kepada Tuhan yang mau menerima dan mengampuni kita kembali. Kita juga menghayati bahwa Tuhan yang maha kasih mau merangkul setiap orang yang diliputi penyesalan dan pertobatan. Amin(LiNRH22-02-2023)
