MARI BERPUASA
Views: 0
Bahan: Yesaya 58:3, 6,
“Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhati-kannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. … Berpuasa yang Kukehendaki, ialah … supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi yang lapar dan membawa ke rumamu orang miskin yang tak punya rumah, …
Kita sudah masuk masa Prapaskah I, sebelumnya ada ibadah hari Rabu Abu, saat itu saya berpuasa. Saya menyatakan kepada diri sendiri: dengan puasa itu saya merayakan Rabu Abu sebagai persiapan memasuki masa Prapaskah sampai merayakan Paskah nanti. Umat Israel berpuasa pada Hari Pendamaian diharuskan untuk suatu perayaan. Nabi Daniel dan Ester Ratu Kerajaan Persia dan Media berpuasa, merupakan saat khusus untuk menyampaikan perkara yang berat kepada Tuhan yang sedang mereka hadapi. Tuhan Yesus berpuasa, saat itu Dia digoda oleh Iblis. Yohanes Pembaptis mengajarkan agar murid-muridnya berpuasa, kaum Farisi berpuasa dua hari seminggu. Itulah beberapa catatan Alkitab tentang puasa.
Bahan renungan kita, adalah suatu protes yang disampaikan oleh umat Israel. Saat mereka penuh penderitaan, mereka berpuasa untuk memohon pertolongan Tuhan, tetapi Tuhan tidak mendengar doa. Mereka berkata kepada Tuhan: “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sedangkan puasa yang dilakukan nabi Daniel, Ester, Tuhan Yesus, puasa mereka berkenan kepada Allah, tetapi puasa orang Israel itu tidak berkenan kepada Allah. Mengapa? Tuhan menjawab, bahwa puasa yang mereka lakukan itu hanya secara lahiriah, sedangkan hati mereka jauh dari Tuhan. Pada saat puasa mereka menunjukkan tanda-tanda perendahan diri, tetapi hati mereka jauh dari Tuhan mereka lupa firman, perintah Tuhan untuk mengasihi sesama. Mereka berlaku kekejaman dan kekerasan, pementingan diri sendiri dan ketidakadilan, ketidakpedulian menindas yang miskin tak berdaya. Firman Tuhan menjelaskan, bagaimana puasa dan permintaan orang seperti ini dikabulkan? Allah sumber berkat, tetapi Allah tidak memberkati orang kejam.
Tuhan berkenan kepada orang yang berpuasa, merendahkan diri untuk memohon berkat, puasa dan perendahan diri itu adalah sikap batin, seperti Daniel dan Ester yang berpuasa bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi memohon untuk kepentingan sesama, bangsanya. Permohonan yang mereka nyatakan dengan puasa berkenan bagi Allah bahkan kuasa Allah dengan mujizat-Nya dilakukan-Nya sesuai permohonan doa mereka. Puasa yang mereka lakukan menyatakan hidup mereka sepenuhnya hanya dalam kemurahan Allah dan Allah berkenan. Menjawab protes umat itu maka Tuhan katakan, puasa itu adalah saat mengasihi sesama, saat berbagi dengan sesama, memperjuangkan keadilan, menyatakan kasih dan kemurahan hati.
Mari kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Apakah perlu berpuasa karena kita diselamatkan oleh Tuhan Yesus bukan karena amal termasuk puasa?
- Anda pernah (sering) berpuasa alasannya apa? Kalau belum pernah, berpuasalah untuk maksud sesuatu.
- Cukupkah beramal kasih sebagai tanda puasa Anda (lih. Yes 58:6-7)
Mari berdoa:
Bapa kami dalam sorga, Tuhan Yesus menjadi Pengantara kami kepada Bapa untuk bersyukur, memohon sesuatu kepada Bapa. Ada saatnya kami berpuasa untuk merendahkan diri memohon sesuatu dari Bapa, berikan kami pemahaman yang benar kalau kami berpuasa. Karena Tuhan lebih tahu apa kebutuhan kami. Ajar juga kami untuk berbagi, saling menolong, memberi dengan sesama. Inilah doa kami dalam Kristus Tuhan. Amin. [AS270223]
