KAU PERKASA ‘KU LEMAH
Views: 1
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus, Syalom Alekhem! Kembali bersama saya dalam renungan harian GKI Kwitang. Hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul “Kau Perkasa, ‘ku lemah” dengan dasar surat Roma 5:6 dan 8 “ Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Ayat 8, Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Rasul Paulus hendak menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada kita. Kasih Allah sudah diberikan kepada kita, bukan karena kita layak untuk menerimanya. Bukan karena kita orang baik dan saleh, bukan karena kita kuat dan gagah. Bukan karena kita telah berjasa kepada gereja atau kepada Tuhan.
Allah mengasihi kita justru ketika kita masih lemah. “Masih lemah”, yang berarti tidak memiliki kekuatan, berkaitan dengan dosa dan durhaka, bahkan ketika masih menjadi seteru Allah.
Namun Kristus telah rela mati untuk kita! Tujuannya ialah supaya kita orang-orang yang berdosa ini, karena iman dapat dibenarkan oleh Allah! Supaya kita beroleh pengampunan dan dapat didamaikan oleh Allah dengan Diri-Nya yang kudus.
Hasil pembenaran ini membuat kita menjadi anak-anak Allah yang dapat hidup dekat dengan Allah. Hati kita merasa tentram dan damai, meskipun di tengah segala pergumulan hidup yang berat. Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh seorang pemudi GKI Kwitang, sebuah lagu pujian yang berjudul: “Kau perkasa, ‘ku lemah” Sebuah pujian yang tidak diketahui pengarangnya, tetapi telah menjadi berkat bagi banyak orang. Lagu ini merupakan lagu doa yang menyatakan keperkasaan Allah, yang mampu menyelamatkan manusia yang berdosa seperti Saudara dan saya.
Kepada siapakah kita berharap ketika hidup kita suram dan jatuh tenggelam? Hanya Tangan Tuhan yang perkasa terentang dan memberi harapan!
Nyanyian ini mengajak kita semua untuk sungguh-sungguh mengakui di hadapan Allah bahwa kita adalah orang-orang yang lemah, orang-orang durhaka dan berdosa, orang-orang yang menjadi seteru Allah, karena kita lebih suka melawan kehendak Allah, daripada taat kepada-Nya.
Maka Allah yang perkasa, telah mengulurkan tangan kasih-Nya untuk meraih kita, supaya kita diangkat-Nya dan dapat berdamai dengan Allah yang kudus. Untuk itulah Kristus telah mati bagi kita!
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, sebagai orang yang telah mengalami kasih karunia Allah. Kasih Kristus yang sangat luar biasa membuat kita tiap hari rindu makin akrab dengan Tuhan Yesus.
Kita dapat mengatakan dalam doa: “Tiap hari, Tuhanku, biar aku dekat pada-Mu.”
Kasih karunia itu tidak akan membuat kita berhenti melangkah maju, sampai kita bersama-sama dengan Kristus di surga kelak. Amin, Saudara?
Oleh sebab itu Saudara, dalam masa Prapaskah ini tetaplah terus memelihara relasi yang indah dengan Allah dan sesama, terus mendisiplin rohani kita dengan berpuasa atau berpantang, terus setia berdoa, dan terus setia membaca dan merenungkan firman Tuhan, terus setia beribadah, dan melayani, mempersembahkan dan berbagi. Lakukanlah saja, itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang kami kenal dalam Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur dan memuji Engkau karena Tuhan mengasihi kami ketika kami masih lemah dan berdosa. Pada masa Prapaskah ini, mampukanlah kami tetap setia dalam disiplin rohani, sehingga kami makin dekat dengan Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan memberkati Saudara dan keluarga!
(2032023)
