NUBUAT TELAH GENAP
Views: 0
Bahan: Yesaya 53:1, 5,
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? … 5, Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjarang yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Nubuat atau ramalan cukup menarik untuk diketahui, di dunia modern pada zaman ini pun ramalan itu mendapat perhatian besar. Pada saat pergantian tahun, apakah tahun Masehi, tahun Cina, tahun Jawa dll, selalu diiringi dengan ramalan apa yang akan terjadi pada tahun itu. Namun setelah semua ramalan atau nubuatan disampaikan tidak pihak yang mengontrol kebenarannya, ramalan itu hilang di tengah ragam kehidupan.
Nabi-nabi Tuhan mendapat tugas menasihati umat Tuhan pada zamannya, tetapi mereka juga mempunyai berita, menyampaikan nubuat, baik untuk waktu yang lama maupun untuk waktu yang dekat. Nabi Elia menubuatkan bagaimana raja Ahab dan isterinya saat kematiannya dan itu terjadi dalam waktu yang singkat, nabi Yeremia menubuat kematian Hananya (nabi palsu) dan tidak sampai satu tahun Hananya mati seperti yang dinubuatkan nabi Yeremia. Kota kelahiran Mesias di nubuatkan oleh nabi Mikha, nubuat itu digenapi 500 tahun kemudian.
Bahan renungan kita dinubuatkan oleh nabi Yesaya 650 tahun sebelum digenapi oleh seorang yang disebutnya sebagai “hamba Tuhan,” yang tak lain adalah Mesias Yesus Kristus. Nubuat itu tidak menarik, karena merupakan berita buruk. Suatu suasana yang patut disepelekan, yaitu tentang “seseorang” yang buruk rupa dan tidak ada yang berpihak kepadanya, dia dihindari. Dinubuatkan tentang derita yang sangat berat ditimpakan kepadanya, pada hal derita itu bukan karena “ulahnya” tetapi karena kesalahan orang lain. Derita itu melukai tubuh dengan tikaman benda tajam yang mencucurkan darah, tetapi ternyata luka yang ditubuhnya menyembuhkan luka orang lain. Begitu berat tanggungannya, tetapi tidak ada yang peduli dengan dia.
Siapa yang menggenapi nubuat atau ramalan buruk itu? Hari Minggu kemarin kita merayakan Minggu Palma, Tuhan Yesus datang ke Yerusalem. Sepintas kedatangan-Nya disambut dengan meriah, bagaikan Pahlawan yang berjasa, seruan mengiringi Langkah-Nya, bahwa Dia adalah sumber pertolongan: “Hosana bagi Anak Daud” yang artinya Tuhan tolong kami. Tidak ada seorang pun, baik nabi, tua-tua, imam, kaum terpelajar seperti kaum Farisi dan ahli Taurat, mereka inilah yang bertanggung jawab untuk mengkaji, memberitakan nubuat-nubuat para nabi untuk umat Israel, tetapi tidak ada yang menemukan “siapa penggenap nubuat nabi Yesaya” tadi.
Para penulis Injil, mereka yang meneliti nubuat itu dan ternyata Tuhan Yesus telah menggenapinya. Nabi-nabi Israel, imam, kaum Farisi, ahli Taurat bagaikan pahlawan kesiangan, mereka melewatkannya tanpa sadar. Tuhan Yesus telah melayani, mengajar dengan kuasa sebagai Anak Allah, Mesias yang dijanjikan, telah menggenapinya, sejak kelahiran, pengajaran, mujizat, akhirnya sengsara dan kematian-Nya,“oleh bilur-bilurnya kita sembuh,” NUBUAT TELAH GENAP
Mari kita dalami renungan ini dengan pokok-pokok berikut:
- Mengapa Mesias Juruselamat Yesus Kristus harus menderita sampai mati?
- Adakah pengalaman Anda mendapat pertolongan dari orang yang menderita?
- Bagaimana sikap Anda terhadap Tuhan Yesus yang menderita untuk Anda?
Mari berdoa:
Allah Bapa yang di sorga, Kami memandang diri kami yang sesungguhnya dalam diri Yesus Kristus yang menderita. Dia telah rela menanggung kutuk dan hukuman karena dosa kami, oleh bilur-bilur-Nya kami sembuh dan selamat. Roh Kudus menolong kami untuk mengasihi Yesus, cara kami membalas dan bersyukur atas keselamatan kami. Dalam Kristus kami berdoa. Amin. [AS030423]
