AKU TIDAK GOYAH
Views: 0
Bacaan: Mazmur 16:1-11
Salam sejahtera semoga kita makin teguh, tidak goyah, kita terus memandang kepada Tuhan, kita percaya Tuhan selalu berdiri di sebelah kanan kita, seperti ungkapan Mazmur 16:8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Banyak persoalan, masalah, ancaman, penderitaan dalam kehidupan kita di dalam keluarga, gereja, kantor, di tengah masyarakat. Ketika batalnya sesuatu kegiatan besar, yang memakan biaya sangat besar, tentu besar juga kerugian materi yang dialami dan membuat tekanan berat. Tapi dalam situasi yang berat seperti ini, kita tetap diutus Tuhan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah di tengah kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita dapat melanjutkan pekerjaan-pekerjaan Allah? Kita harus teguh, tidak goyah.
Bagaimana kita teguh, tidak goyah? Kita makin percaya bahwa Tuhan berdiri di sebelah kanan kita, dalam arti, Tuhan menjaga, melindungi, menyelamatkan. Tuhan berdiri di sebelah kanan berarti kita memiliki pengalaman dan keyakinan keakraban hubungan dengan Tuhan, yang memberikan kepada kita sukacita dan ketentraman yang mendalam bagi hati, jiwa dan fisik kita. Kita terus-menerus menyerahkan diri ke dalam tangan Tuhan, seperti pemazmur menyerahkan diri ke dalam tangan Tuhan dengan berkata “Engkaulah Tuhanku”. Tuhan adalah kebahagian satu-satunya, yang telah memberikan kebahagiaan yang paling mendalam dan sejati.
Orang yang tidak goyah adalah orang yang takut akan Tuhan, menghormati Tuhan dan kehendakNya. Orang yang benar-benar mengalami Tuhan, dan mengalami kebahagiaan dari Tuhan maka ia tidak akan taat pada kehendak sendiri, kehendak duniawi, kehendak iblis atau dosa
Bagi pemazmur, Tuhan berdiri di sebelah kanan, ini mengambarkan kasih yang begitu besar dari pemazmur kepada Allah. Pemazmur menggantungkan diri pada anugerah Allah untuk menyempurnakan segala sesuatu. Bagi kita masa kini, ini berarti semakin kita mengalami kasih Tuhan, semakin kita mengasihi Tuhan, bergantung pada Tuhan, maka kita tidak akan goyah, saat menghadapi badai, tantangan hidup, sakit penyakit, kegagalan hidup. Tuhan menyempurnakan kita dalam menghadapi tantangan tersebut.
Orang yang teguh, tidak goyah adalah orang yang selalu memuji Tuhan, bahwa Tuhan itu baik, kasih setia-Nya selama-lamanya. Bagi kita masa kini, dalam keadaan sakit, sehat, miskin, kaya, susah, senang, orang yang tidak goyah iman akan selalu memuji Tuhan, bahwa Ia baik, kasih-setia Nya selama-lamanya. Orang yang goyah, tidak teguh seperti orang yang mengelu-elukan Yesus ketika Ia masuk Yerusalem, kemudian melihat Yesus menderita, orang-orang berubah minta Yesus disalibkan, dan ada yang menyangkal Yesus.
Mazmur 16 ini juga mengambarkan tentang Yesus yang tidak goyah ketika menghadapi penderitaan berat disalib dan mati, kemudian bangkit. Yesus sangat bergantung pada kuasa dan rencana Allah, ketika menghadapi ketidakadilan, penganiayan, dalam peristiwa salib. Kata “Aku tidak goyah,” menunjukkan bahwa Kristus diserang dan diperlakukan dengan amat semena-mena, tapi Yesus tidak mundur dari pekerjaan untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Yesus berdoa dalam penderitaanNya dan Yesus disokong dengan cara yang ajaib oleh kuasa ilahi di dalam penderitaan berat yang dialami-Nya.
Kita yakin teguh bahwa Allah hadir bersama kita di dalam penderitaan. Tuhan berdiri di sebelah kanan kita, pertolongan selalu tersedia bagi kita, Tuhan mengarahkan dan menguatkan tangan serta menopang kita. Yesus saat jiwa-Nya sedang menderita, seorang malaikat dikirimkan dari sorga untuk memberi kekuatan kepada-Nya (Lukas 22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.). Berkat kekuatan itulah maka kemenangan terjadi di kayu salib. Kita mengimani bahwa dalam penderitaan, Allah juga mengirim malaikat dari sorga untuk memberi kekuatan kepada kita, agar kita tidak goyah, tidak menyerah.
Dalam hidup bersama orang percaya kita diminta meneladani Yesus, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Kita meneladani Yesus yang tidak goyah atau tidak menyerah ketika pelayanan, pekerjaan yang sulit, serta hambatan ancaman tantangan yang berat.
Kita bisa kuat, tidak goyah ketika Tuhan menaruh RohNya ke atas kita untuk memampukan kita menuntaskan pekerjaan Allah. Orang yang diberi Roh adalah orang yang mau dipegang tangannya oleh Allah dan Allah berkenan kepada orang-orang yang mau bekerja bagiNya sebagai hamba-hamba-Nya. Pekerjaan dari Tuhan adalah untuk menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa, yaitu menyatakannya dalam hikmat, kekudusan, dan keadilan yang tak terbatas.
Orang yang tidak goyah seperti Yesus ketika menghadapi penderitaan salib, Ia tidak berbantah dan tidak berteriak ketika menghadapi beratnya tantangan dalam mengerjakan pekerjaan Allah yaitu menyelamatkan manusia dari dosa. Yesus dengan sabar menghadapi penderitaan, dan tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa.
Bagi kita yang lemah, bisa saja kita terkulai, karena keraguan, ketakutan, tapi Tuhan akan menegakkan kembali orang yang terkulai agar tidak goyah. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, tetapi akan dikuatkanNya. Sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, tetapi akan ditiup-Nya supaya nyala.
Keberanian hati dan keteguhan hati membuat orang bertekun dalam pekerjaan Allah, sehingga dapat mencapai tujuan. Yesus terus memampukan murid-murid dan hamba-Nya untuk melanjutkan pekerjaan Allah, agar tidak menjadi pudar atau patah terkulai, teguh, tidak goyah sampai mereka bisa menyelesaikan kesaksian mereka.
Orang yang tidak goyah adalah orang yang merasa mendapat keuntungan besar jika Yesus menjadi miliknya. Jiwanya selalu bersukacita karena damai yang penuh diberi Tuhan. Meskipun angin keras badai dunia menderu, hati kita tidak goyah karena Yesus adalah milik kita seperti ungkapan NKB. 197 :1 Besarlah untungku jika Yesus milikku, bersuka jiwaku kar’na damai yang penuh. meskipun angin k’ras badai dunia menderu, tak goyah hatiku kar’na Yesus milikku. Reff Benar, benar, besarlah untungku. Benar, benar, besarlah untungku. Benar, benar, besarlah untungku. Ketika Yesus sungguhlah tetap milikku. Amin
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya kami makin teguh, tidak goyah, dan terus memandang kepada Tuhan, kami percaya Tuhan selalu berdiri di sebelah kanan kami ketika kami menghadapi pergumulan, tantangan hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa amin.
