DALAM KEMURAHAN TUHAN
Views: 0
Bahan: Ezra 8:31-36,
Berangkatlah kami dari sungai Ahawa pergi ke Yerusalem pada tanggal dua belas bulan pertama untuk berjalan ke Yerusalem, … (35) Pada waktu itu juga orang-orang yang telah kembali dari penawanan, yakni mereka yang pulang dari pembuangan, mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada Allah Israel: Lembu jantan dua belas ekor untuk seluruh Israel, domba jantan sembilan puluh enam ekor, … semuanya itu sebagai korban bakaran bagi TUHAN.
Teringat umat Israel keluar dari Mesir dengan sepuluh tulah yang menimpa Mesir dan terakhir pasukan Mesir dicampakkan ke laut Teberau dan umat Israel selamat berjalan dalam laut yang terbelah. Renungan kita hari ini, hampir sama dengan keluarnya Israel dari Mesir, yakni keluargnya umat Israel dari pembuangan. Selama 70 tahun umat itu mendekam di pembuangan, yang berawal dari Nebukadnezar raja Babel menyerang dan mengalahkan Yehuda dan Yerusalem, raja Israel, pejabat negeri, para imam dan nabi, seluruh rakyat diangkut ke Babel dan diperbudak sebagai pekerja tanpa gaji. Ada perbedaan kedua perbudakan di dua negeri ini, di Mesir Taurat dan hukum-hukum Tuhan belum diperkenalkan kepada umat, sedangkan di Babel justru umat itu melanggar dan meninggalkan firman dan hukum Tuhan, sehingga Tuhan menghukum Israel dengan penghancuran negeri mereka, termasuk Bait Suci dan umat itu direndahkan sebagai budak. Di sinilah kita lihat kisah Daniel, Mesakh, Sadrakh, Abednego, juga kisah Ester yang sempat menjadi ratu bagi raja Ahasweros. Memang mereka umat Tuhan, yang mewarisi tanah perjanjian, tetapi dalam waktu yang ditentukan Tuhan, mereka mengalami pengasingan yaitu selama 70 tahun yang berarti terjadi regenerasi di pembuangan.
Tiba tahun ke-70, Babel jatuh ke tangan Persia, raja Persia dan Media di tangan Artahsasta, Tuhan menggenapi janjinya untuk membawa pulang kembali umat Israel ke negeri mereka. Kepulangan dari pembuangan ini tidak dengan kekerasan, seperi keluar dan Mesir, tetapi Tuhan merobah hati raja sehingga memprakarsai kepulangan Israel kembali ke negeri mereka yaitu Yehuda dan Yerusalem. Ada beberapa gelombang kepulangan mereka, robongan pertama dipimpin oleh Zerubabel, rombongan kedua dibawa oleh Ezra, rombongan ke tiga dibawa oleh Nehemia. Ayat renungan kita (Ezr 8:31-36), Ezra dan robongannya telah tiba di Yerusalem. Disebut yang mereka lakukan ialah membarui hubungan dengan Allah melalui ibadah korban bakaran, karena demikianlah yang ditetapkan dalam Taurat Tuhan. Rombongan Ezra telah melihat Bait Allah dibangun kembali, setelah menjadi puing yang dibakar dan dijarah oleh Nebukadnezar. Mereka tidak berpesta pora dengan makan, minum dan perayaan lainnya, tetapi membangun dan membarui hubungan iman mereka dengan Tuhan. Dari hewan piaraan yang mereka bawa dari Persia (Babel) mereka menyiapkan korban bakaran untuk Tuhan.
Dalam kemurahan Tuhan ini mereka tidak diberi pelajaran baru atau hukum Tuhan yang baru, mereka cukup membuka Kitab Suci dan mencari dan mempelajari hukum Tuhan yang telah ada di tangan mereka. Salah satu, yang sangat mengharukan ialah mereka membaca dan mendengar Taurat Tuhan dalam suatu perkumpulan ibadah yang selama 70 tahun mereka tidak pernah berkumpul untuk itu.
Kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Bagaimana Anda (Pribadi atau keluarga) menyambut kemurahan Tuhan?
- Apakah Anda selalu, sering atau tidak mempersembahkan sejumlah uang menyambut kemurahan Tuhan, ke jemaat gereja Anda?
- Umat Israel mempersembahkan korban bakaran kepada Allah, selanjutnya apa yang harus mereka lakukan.
Mari berdoa:
Bapa dalam Tuhan Yesus Kristus, ajar kami merasakan kemurahan Tuhan dalam kehidupan kami. Ajar kami menyambut kemurahan Tuhan dengan persembahan hati kami dan dalam wujud persembahan yang terbaik untuk memuliakan Tuhan melalui jemaat kami. Semua yang ada pada kami tubuh dan rohani kami adalah dalam kemurahan Tuhan, untuk kemuliaan Tuhan. Demikianlah doa kami dalam nama Yesus Juruselamat, Amin. [AS17072023]
