”POK POK POK POK, PETOK…!”
Views: 0
Bacaan: Mazmur 121:5
”Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
”Pok pok pok pok, petok, petok, petok…!” Merupakan suara kehebohan khas ayam betina setelah ia bertelur. Para ahli menyebut perilaku ini sebagai ‘nyanyian telur’. ‘Nyanyian telur’ ini dapat berlangsung hingga 15 menit. Para ahli menemukan bahwa semua jenis ayam betina melakukan ‘nyanyian telur’ ini, hanya saja ada yang heboh dan ada yang soft seperti misalnya jenis ayam petelur.
Pernahkah Anda memerhatikan bahwa setiap kali ayam betina melakukan ‘nyanyian telur’, maka ia pasti akan selalu menjauhi sarang sembari berlari kencang? Penasaran, bukan? Para ahli menjelaskan bahwa perilaku ‘nyanyian telur’ ini merupakan naluri ayam betina yang dimilikinya sejak masih menjadi ayam liar. Di alam liar, perilaku ini dimaksudkan untuk memancing dan / atau mengecoh predator agar tidak mendekati sarang, sehingga telur tetap aman. Selain itu, ‘nyanyian telur’ ini dimaksudkan sebagai tanda bagi ayam betina yang lain bahwa ada sebuah sarang yang akan dipakai bersama. Tujuannya agar apabila seekor betina yang melakukan ‘nyanyian terlur’ ini akhirnya dimangsa predator, maka ayam betina lain yang ikut memakai sarang akan dapat melanjutkan proses pengeraman telur itu. Kadang orang menilai ‘nyanyian telur’ ini sebagai sebuah sikap pamer ayam betina, padahal sesungguhnya, perilaku itu merupakan naluri ayam betina untuk melindungi telur yang nota bene adalah calon anak-anaknya. Bagi ayam betina yang bertelur, keselamatan telur adalah hal yang utama.
Tuhan ingin agar kita – anak-anakNya – juga selamat. Banyak ayat Alkitab, yang berisi tentang perlindungan dan karya Tuhan bagi keselamatan anak-anak-Nya. Mazmur 121 adalah salah satunya. Mazmur ini berisi tentang pergumulan umat ketika mereka akan berziarah dalam rangka ibadah ke bait suci di Yerusalem. Perjalanan melintasi gunung dan padang gurun serta adanya kemunginan bahaya perampok, munculnya cuaca ekstrim dan ancaman binatang buas tentu dapat membuat hati para peziarah ini gentar. Karena itulah mereka bertanya “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?” Kegentaran dan ketakutan seringkali muncul manakala kita menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Di tengah-tengah kegundahan semacam itu, timbullah pertanyaan: “dari mana datang pertolongan?”
Pengalaman sejarah umat Israel ketika melintasi ganasnya padang gurun selama 40 tahun telah menorehkan kayakinan iman tentang Tuhan – Sang pencipta semesta – sebagai penolong sejati. Oleh sebab itu ketika timbul kegentaran menjelang perjalanan perziarahan itu, mereka diteguhkan oleh iman tentang penyertaan dan perlindungan Tuhan ini. Pemazmur menyebutkan, “Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu”. Frasa ‘di sebelah tangan kananmu’ menunjukkan keyakinan bahwa Tuhan benar-benar akan menjadi pelindung dan penolong yang sejati sehingga perjalanan perziarahan akan menjadi aman baik berangkat maupun pulangnya kelak.
Saudaraku, di dalam kehidupan ini, kadang kita juga berhadapan dengan ‘gunung-gunung persoalan’ dengan berbagai macam bentuknya. Jangan kita dikalahkan oleh ketakutan dan kekuatiran. Mari kita tetap meyakini bahwa Tuhan akan berada di sebelah tangan kanan untuk menjaga dan menaungi kita sehingga kita akan mampu menghadapi dan menaklukkan ‘gunung-gunung persoalan’ itu. Jika ayam betina dapat menyanyikan lagu ”pok pok pok pok, petok, petok, petok…!” untuk melindungi telur-telurnya, maka Tuhan akan lebih lagi. Tuhan pasti akan berada di sebelah tangan kanan bagi keselamatan anak-anakNya. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati!
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Kadangkala persoalan dan pergumulan hidup membuat hati kami kuatir dan takut, ya Tuhan. Namun kami rindu agar tidak kehilangan iman manakala berhadapan dengan tantangan. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk melakukannya. Terimakasih Tuhan Yesus. Amin.
