DOSA MENGGODA ENGKAU
Views: 0
Bacaan: Kejadian 4:1-16
Salam sejahtera semoga kita makin menyadari bahwa dosa sudah mengintip di depan pintu, dan sangat menggoda hidup kita. Kita harus melawan dosa dan menguasainya seperti ungkapan dalam Kejadian 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
Dalam Kejadian 3, dijelaskan bahwa dosa adalah cara iblis membisikan, menggoda manusia agar menerima kebenaran iblis yang memutarbalikan kebenaran Tuhan. Iblis memang bakatnya menggoda manusia. Manusia punya kehendak bebas untuk menerima dan menolak godaan iblis. Hawa menerima godaan iblis bahwa ia tidak akan mati kalau memakan buah pohon di tengah-tengah taman (Kejadian 3:4), dan ketika memakan buah tersebut ia akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat (Kejadian 3:5).
Adam dan Hawa diberikan anak pertama, Kain, anak kedua Habel. Godaan dosa ada dalam diri Kain yaitu menjadi sama seperti Allah, mau sama memiliki hak istimewa Allah untuk mencabut nyawa manusia. Kain anak sulung, menerima godaan dosa atau iblis dengan menjadi pembunuh Habel.
Kain bekerja sebagai petani, memelihara gandum dan Habel memelihara domba dan kambing. Menggembalakan domba dipandang sebagai pekerjaan yang lebih rendah dari pada memelihara gandum. Kain melakukan pekerjaan yang sama dengan ayahnya. Anak laki-laki lebih muda, melakukan pekerjaan menggembalakan ternak. Kain membawa persembahan hasil tanaman pada Allah. Habel membawa persembahan anak ternak pertamanya. Allah mengindahkan Habel dan persembahannya, dan tidak mengindahkan Kain dan persembahannya. Hal ini menimbulkan ketegangan.
Allah punya hak istimewa untuk menetapkan orang dan persembahan yang diperkenan, diindahkanNya. Manusia tidak bisa mengatur Allah sesuai kehendak manusia. Allah tidak menganugerahkan hak istimewa tersebut kepada manusia. Allah tidak dapat menoleransi orang yang merebut hak istiwewa Allah tersebut.
Kain sebagai anak sulung, adalah pewaris utama harta milik dan kuasa dalam keluarga, atau kerajaan dunia. Kain menjadi murka dan wajahnya tertunduk penuh kekecewaan, ketika persembahannya tidak diindahkan Allah. Ketika Kain kecewa dan murka, maka dosa sudah mengintip, dan mengoda, untuk membangun kebencian, sakit hati dan konflik serta membunuh (mengambil hak istimewa Allah). Mengapa seorang gembala dengan hasil ternaknya, diindahkan Allah, padahal di mata manusia gembala lebih rendah dari penanam gandum? Mengapa anak yang lebih muda diindahkan Allah dari pada yang lebih tua, padahal di mata manusia yang lebih tua, lebih utama dari yang muda ? Iblis menggoda Kain agar terus berjuang untuk memperoleh kekuasaan, jangan sampai Habel yang lebih berkuasa. Kain yang berhasil digoda iblis, mau menjadi sama seperti Allah, mengambil hak istimewa Allah maka dia membunuh Habel. Kain membunuh Habel, karena ia berpikir, Habel akan mengambil hak sulung darinya. Pengalaman Kain marah dan mau membunuh Habel, terjadi juga pada Esau yang marah dan mau membunuh Yakub, karena masalah hak kesulungan.
Dosa adalah roh jahat yang ada di depan pintu. Kita perlu melakukan sesuatu terhadap dosa tersebut. Dosa adalah tindakan yang tidak adil, merebut hak Allah. Dosa harus dicegah dan dilawan.
Kain telah berlaku tidak adil terhadap Habel, padahal Habel tidak melakukan kejahatan terhadap Kain. Habel menerima dirinya sebagai gembala dan anak kedua, yang tidak mempunyai hak sulung. Mengapa Kain membunuh Habel, itu yang menjadi pertanyaan Allah pada Kain? Apakah Kain sadar kesalahan dan dosanya?
Kejahatan yang diperbuat Kain, bukan Allah yang menyebabkannya. Inilah yang disebut dengan Teodisi, yaitu Allah tidak menyebabkan kejahatan di dunia ini (Robert B. Coote, Sejarah Pertama Alkitab, Dari Eden hingga Kerajaan Daud Berdasarkan Sumber Y, BPK Gunung Mulia, 2023). Kejahatan tidak ada dalam penciptaan, tapi muncul dalam dinamika sejarah, dan karena bisa diperbaiki, dipulihkan. Orang yang hidup sebagai warga Kerajaan Allah adalah orang yang sudah diperbaiki, dipulihkan dalam pengorbanan Yesus, sehingga hidup dalam ketaatan pada kehendak Allah, tidak mau menjadi sama seperti Allah, tidak merebut hak istimewa Allah. Iblis dan penggoda tidak akan menghambat damai sejahtera, keadilan, kebenaran yang diperjuangkan dalam nama Yesus. Kita melawan dosa, dengan pemulihan yang dilakukan Yesus. Kita dimampukan oleh Yesus dan Roh Kudus untuk memihak pada kedamaian, kebenaran, keadilan, kasih, kebaikan.
Ketika Allah menanyakan Kain di mana adiknya, jawaban Kain adalah dia tidak tahu, dia bukan penjaga adiknya. Orang yang berdosa, dihadapan Tuhan akan menutupi kesalahan dirinya, merasa diri tidak berdosa. Orang yang tidak mengakui dosa, adalah orang yang mendapat kutuk dari Allah, seperti Kain mendapat kutuk dari Allah (Kejadian 4:11). Kain mendapat kutuk, tapi tidak boleh dibunuh. Tuhan memberi tanda agar Kain tidak dibunuh. Allah yang Maha Kasih, tidak langsung membalas pembunuh Habel dengan membunuh Kain, tapi Allah memberi jalan hidup pada Kain dalam penderitaan. Allah tidak ingin dosa pembalasan dendam terus hidup dalam manusia. Pembalasan dendam hanya merusak kehidupan manusia. Kisah Yusuf tidak membalas dendam terhadap saudara-saudara yang telah membuang dirinya, adalah gambaran tentang membangun budaya tidak membalas dendam, dan membangun rekonsiliasi, persaudaran, perdamaian.
Dosa terus mengintip di depan pintu dan menggoda kita setiap waktu, kita harus tekun melawan godaan dosa, kita tekun untuk menang atas dosa, kita makin teguh dalam Tuhan dan kehendakNya. Kita menyadari ada nafsu kejahatan dalam diri kita dan kita terus menentang nafsu kejahatan tersebut. Untuk melawan godaan dan nafsu kejahatan kita tidak mengandalkan kekuatan sendiri tapi kita berharap pada Yesus. Di dalam nama Yesus kita pasti menang melawan godaan dosa. Kita meminta kekuatan pada Tuhan agar dikuatkan melawan godaan dosa dan Tuhan memberi pertolongan agar menang seperti ungkapan dalam KJ 436 ayat 1. Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh; nafsu kejahatan harus kautentang; harap akan Yesus: pasti kau menang. Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang. Amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami menyadari bahwa dosa sudah mengintip di depan pintu, dan sangat menggoda hidup kita. Mampukan kami melawan dosa dengan kekuatan dari Tuhan, dalam Yesus kami berdoa, amin
