SEIN KANAN TETAPI BELOK KIRI
Views: 1
Bacaan: Hakim-hakim 9:16 – TB2
“Sekarang, benarkah kamu berlaku setia dan tulus ikhlas dengan membuat Abimelekh menjadi raja? Benarkah kamu berbuat yang baik kepada Yeruba’al dan kaum keluarganya serta membalas kepadanya setimpal dengan jasanya?”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Salah satu fenomena yang kerap terjadi di jalan raya adalah adanya pengendara sepeda motor yang menyalakan lampu sein kanan tetapi beloknya ke kiri, atau sebaliknya menyalakan lampu sein kiri tetapi beloknya ke kanan. Fenomena ini tentu membuat gēmēs dan membingungkan pengendara lain. Bahkan sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan. Padahal kita semua tahu bahwa sesungguhnya lampu sein berfungsi untuk memberi tahu kepada pengendara lain tentang arah kendaraan melaju apakah kanan atau kiri, sehingga pengendara lain dapat mengantisipasi dan mengatur laju kendaraannya. Dengan demikian dapat menghindari terjadinya kecelakaan.
Menurut para pengamat ‘safety driving’, fenomena sein kanan belok kiri ini disebabkan karena hampir semua pengendara sepeda motor di Indonesia ini belajar mengemudi secara otodidak, sehingga mereka hanya paham dalam pengoperasian kendaraan tetapi tidak paham cara aman dalam berkendara.
Nah, dari penjelasan tadi kita dapat mengetahui bahwa ternyata banyak pengendara sepeda motor yang tahu tetapi tidak memahami. Maksudnya adalah tahu cara mengendarai kendaraan tetapi tidak memahami cara mengendarai kendaraan dengan aman. Ibarat kata ‘yang penting kendaraan bisa melaju sampai tujuan, soal keamanan nomor selanjutnya’. Seharusnya kita memahami dahulu cara berkendara dengan aman, baru setelah itu belajar bagaimana cara mengendari kendaraan.
Mengenali terlebih dahulu sebelum bertindak atau memilih menjadi penting di dalam kehidupan termasuk dalam memilih pemimpin. Jangan sampai kita salah memilih pemimpin seperti yang pernah terjadi di Sikhem. Yotam mengajak orang-orang Sikhem untuk merenungkan perkataannya, demikian “Sekarang, benarkah kamu berlaku setia dan tulus ikhlas dengan membuat Abimelekh menjadi raja? Benarkah kamu berbuat yang baik kepada Yeruba’al dan kaum keluarganya serta membalas kepadanya setimpal dengan jasanya?”. Apa yang disampaikan Yotam ini di latarbelakangi oleh peristiwa pemilihan Abimelekh sebagai pemimpin di Sikehm dengan pertimbangan persaudaraan dan dilakukan secara kekerasan dengan membunuh 70 orang saudara seayah dari Abimelekh. Ternyata kemudian, terjadilah pemberontakan di Sikhem setelah Abimelekh berkuasa selama 3 tahun.
Pengalaman Sikhem seperti fenomena ‘sein kanan belok kiri’, terlebih menjelang diselenggarakannya pemilihan umum (pemilu). Saya yakin bahwa kita semua mengetahui bahwa pemilu ini untuk memilih pemimpin bagi negara kita baik Kepala Daerah, Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden. Namun, apakah kita mengenal dan memahami siapa para calon pemimpin yang akan kita pilih itu? Jangan memilih hanya dengan alasan emosional belaka, sebab kita sedang mempertaruhkan laju kepemimpinan NKRI ini dalam 5 (lima) tahun ke depan. Sudah seharusnya kita mengenal sebaik-baiknya calon yang akan kita pilih, baru kemudian kita tentukan pillihan di bilik suara. Jangan kita pertaruhkan 5 (lima) tahun kepemimpinan Indonesia hanya karena sepotong kaos, selembar rupiah, atau sekantong sembako.
Pahami dan kenali dahulu baru kemudian memilih. Jangan bertindak ‘sein kanan tetapi belok kiri’ demi Indonesia 5 tahun ke depan. Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, sebentar lagi kami akan melaksanakan pemilu, tolonglah kami agar dapat mengenal calon-calon pemimpin kami dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rasional kami juga. Kiranya roh Kudus menolong kami untuk dapat mewujudkannya. Amin.
