PILIHAN-MU, PILIHANKU
Views: 0
Bahan: I Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolakanya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, ayat yang sering kita dengar, semoga Anda tidak jenuh merenungkannya, khususnya menjelang pemilu di negeri kita. Tuhan melihat sampai ke hati kita; hati, pikiran yang mengungkapkan siapa kita. Ayat ini juga mengatakan, manusia hanya mampu melihat apa yang dapat dilihat dengan kasat mata. Ayat renungan ini kriteria Allah menetapkan pilihan-Nya untuk menetapkan raja bagi Israel, menggantikan Saul. Eliab anak Isai yag sulung, penampilannya sangat mempesona, tinggi ganteng, terlihat berwibawa kalau menjadi raja, tetapi bukan pilihan Tuhan menjadi raja Israel . Daud anak Isai yang bungsu, pipinya masih kemerah-merahan, terlihat lugu dan polos, dia terbiasa menggembalakan kambing domba ayahnya, sebagai gembala dia bukan gembala upahan, tetapi bertanggung jawab, mengayomi dan pemberani. Dan yang paling utama dia mempunyai prinsip menjaga kesucian nama Tuhan. Tuhan menetapkan Daudlah pilihannya menjadi raja Israel dan Samuel mengurapinya.
Pemilu semakin dekat, kita menyatakan pilihan kita untuk presiden dan wakilnya, untuk anggota legislatif di pusat dan di daerah, dan juga utusan daerah. Sesuai undang-undang pemilu, partai yang mengajukan calon-calon itu, beberapa partai berkoalisi mengajukan calonnya. Khususnya calon presiden yang telah menjalani “debat” sebagaimana telah diatur, dalam perdebatan ini para calon mengungkapkan hal-hal berkenaan dengan jabatan yang akan mereka terima. Dengan debat capres ini, membuka mata rakyat melihat “ke dalam hati” para calon sejauh mana kesiapan hati mereka menjadi pemimpin negeri ini.
Partai-partai dan para calon telah mengemukakan kehebatan mereka. Demikian juga para pemimpin kelompok di masyarakat telah memberi tuntunan, tidak ketinggalan pemimpin gereja, uztad. Beberapa yang menarik yang patut kita jadikan pemikiran, mereka mengemukakan “jejak hidup dan karya” para calon. Ada yang mengemukakan, agar calon yang kita pilih, bisa berdiri dengan empat pilar kebangsaan kita: memegang UUD’45, NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. Saya rasa kita tidak mampu melihat apakah empat pilar ini, penting bagi mereka dan apakah ada di hati para capres dan apakah mereka mau berjuang dan memperjuangkan empat pilar ini, atau mereka membuang empat pilar ini karena telah memiliki pilar yang lain, hanya Tuhan yang tahu. Dengan cerdas, nanti kita maju memilih, bukan karena mendapat “sembako, atau uang jalan,” tetapi merupakan tanggung jawab sebagai warga negara. Kalau kita sudah memilih, pilihan kita tidak bisa diganti atau tidak dipakai seperti membeli baju, tetapi pilihan kita turut menentukan hari esok yang dalam waktu singkat telah terlihat. Sebagai pertimbangan, APBN 2023 Rp. 3000,- T lebih, ditambah dengan anggaran proyek non-apbn, itulah yang dikelola pemerintah bersama legislatif, untuk kesejahteraan rakyat (informasi dari Google). Sebagai orang Kristen yang baik, saatnya doa untuk bangsa kita, khususnya untuk pemilu, memohon Tuhan bersama rakyat dan bangsa kita.
Kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Apakah kristeria pilihan Anda untuk pemilu ini?
- Apakah Anda siap dengan pilihan yang mantap dan teguh?
- Bagaimana sikap Anda kalau calon pilihan Anda menang dan yang lain kalah?
Mari berdoa:
Bapa surgawi, penguasa yang penuh kasih di seluruh bangsa, pandanglah negeri kami, khususnya menjelang pemilu, semoga kuasa kasih Bapa mengayomi, negeri ini. Jauhkan dari perpecahan, semoga pemilu yang berporos langsung, rahasia, adil dan bersih, sehingga rakya lega, menerima hasil pemilu yad. Tuhan melihat ke dalam hati semua calon, gerakkan hati dan tangan kami sesuai rencana Bapa. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.[AS120224]
