PUASA: MERENDAHKAN DIRI DI HADAPAN ALLAH
Views: 0
Bacaan: Ezra 8:21-23
Salam sejahtera semoga kita makin mampu merendahkan diri di hadapan Allah dengan berdoa berpuasa kepada Tuhan agar diberikan jalan aman bagi kita dalam menjalankan pemilu tanggal 14 Pebruari 2024 seperti ungkapan dalam Ezra 8:21 Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami.
Jalan yang aman dalam pemilu 2024 adalah berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil. Kita memohon dalam doa dan puasa kepada Allah agar diberikan jalan yang aman bagi pemilu 2024 sehingga perjalanan hidup bangsa Indonesia mencapai keberhasilan. Kita berdoa berpuasa dengan menyesali dosa-dosa yang merusak perjalanan pemilu 2024, seperti kecurangan, politik uang, politik bantuan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, intimidasi, rekayasa hukum, pelanggaran etika dan lain-lain.
Kitab Ezra menjelaskan tentang umat Israel yang kembali dari pembuangan di Babel dan mendapat banyak tantangan, yang membuat semangat mereka menjadi padam dan kendor. Raja Artahsastra mengutus Ezra yang paham perkara masyarakat Yahudi, untuk mengisi semangat keagamaan masyarakat Yahudi. Ezra bersama Nehemia berhasil membina umat yang baru. Dari masyarakat yang kacau balau menjadi masyarakat yang tertib dan bersatu. Umat yang mempunyai kesadaran diri yang mendalam. Mereka sadar akan dosa-dosa mereka. Mereka sadar akan ketidaksetiaan mereka terhadap Allah. Mereka sadar sebagai umat pilihan Tuhan yang kudus.
Ezra mengajarkan kita semua untuk berdoa kepada Allah mohon pemeliharaan dan perlindungan-Nya sebelum mengadakan perjalanan, dan saat kita sampai dengan selamat di tempat tujuan ( Ezra 8:23). Kita jangan pernah lupa untuk mengucapkan syukur kepada-Nya.
Ezra sangat memberi perhatian utama akan kehadiran Allah dalam perjalanan hidup. Dalam semua jalan hidup, kita harus mengakui Allah, khususnya ketika kita sedang berusaha untuk melayani kepentingan kerajaan-Nya di antara manusia.
Ezra memiliki keyakinan teguh kepada Allah dan akan perlindungan-Nya yang penuh rahmat. Orang-orang yang mencari Allah akan aman di bawah naungan sayap-Nya, bahkan di dalam bahaya yang terbesar sekalipun. Tetapi orang yang meninggalkan Tuhan akan mendapat murka Tuhan, bahkan ketika mereka merasa sangat aman.
Ezra malu untuk meminta tentara dan pasukan berkuda kepada raja, untuk mengawal rombongan dari musuh-musuh di perjalanan. Ezra sudah mengaku di hadapan raja bahwa tangan Tuhan melindungi semua orang yang mencari Tuhan demi kebaikan mereka. Ezra tidak ingin raja dan orang-orang di sekelilingnya meragukan kuasa Allah yang menolong umat-Nya. Orang-orang yang percaya kepada Allah, akan berkemenangan di dalam Dia, akan malu mencari perlindungan dari makhluk ciptaan Tuhan.
Bukan berarti bahwa orang-orang yang bergantung kepada Allah tidak boleh menggunakan sarana yang tepat untuk mempertahankan hidup mereka.
Permohonan sungguh-sungguh yang disampaikan oleh Ezra kepada Allah dalam keyakinannya seperti itu maka ia memaklumkan puasa bersama. Puasa bersama adalah berdoa bersama dengan menyatakan kerendahan hati mereka. Bagi Ezra, maksud dan tujuan dari doa puasa adalah supaya orang merendahkan diri di hadapan Allah dengan mengakui dosa-dosa, dan dijadikan layak untuk menerima pengampunan dosa. Ketika kita tengah memasuki jalan hidup yang baru, kita harus berupaya untuk tidak membawa satu pun kesalahan dari dosa-dosa kita yang dulu. Ketika kita terancam bahaya besar, hendaklah kita memastikan untuk berdamai dengan Allah, maka barulah kita akan aman.
Doa yang disertai dengan puasa, di hadapan takhta anugerah adalah untuk memohon kepada Allah jalan yang aman, yaitu untuk menyerahkan diri kepada bimbingan penyelenggaraan Tuhan, untuk menempatkan diri di bawah perlindungan Tuhan, dan untuk memohon Allah agar menuntun dan menjaga dalam perjalanan serta membawa mereka dengan selamat sampai ke tujuan. Dalam perjalanan hidup banyak musuh yang menghadang mereka. Kita butuh Tuhan untuk menuntun kita dengan cara Tuhan.
Doa dan puasa Ezra dan umat dikabulkan Tuhan (Ezra 8:23). Mereka memiliki suatu jaminan yang menghibur di dalam pikiran mereka bahwa doa-doa mereka akan dijawab, sebab orang yang mencari Allah dengan sungguh-sungguh tidak akan pernah mencari-Nya dengan sia-sia. Orang yang berhikmat wajib menyerahkan diri kepada Allah, melalui doa, segala kekuatiran kita tentang diri kita sendiri, keluarga kita, dan harta benda kita, dan menyerahkan penjagaannya kepada Dia (Filipi 4:6).
Berpuasa adalah bukti lahiriah berdukacita, menyesali dosa dan pernyataan bertobat, meminta bimbingan dan pertolongan Allah. Berpuasa berdoa bukan untuk memaksa Tuhan agar mendengar kehendak kita tapi sebaliknya kehendak Tuhan yang kita dengar dan terjadi. Tuhan mengabulkan sesuai kehendak Tuhan. Berpuasa tanpa ada tindakan iman dari buah pertobatan adalah sia-sia. Berpuasa itu adalah menghadap Allah, bukan menghadap manusia, bukan untuk pamer kesalehan.
Rabu Abu merupakan hari pertama masa pra-Paskah dalam liturgi tahun Gereja. Dalam ibadah Rabu Abu, orang akan ditandai dengan olesan abu di dahi. Simbol tersebut merupakan tanda pertobatan, sedih, menyesal sebab manusia telah berbuat dosa. Abu menggambarkan manusia yang fana, berasal dari debu dan kembali menjadi debu. Karena itu kita diundang Allah untuk kembali kepadaNya, bertobat dan percaya kepada Injil (Markus 1:15). Kita bertobat bersama-sama dan berbalik kepada Tuhan dengan sikap berpuasa seperti orang Niniwe.
Kita berpuasa untuk merendahkan diri dan mengagungkan rahmat Tuhan. Hanya berkat pengasihan Tuhan maka kita rukun dengan Tuhan seperti ungkapan dalam KJ. 39 ayat 3 Ini tetap pengakuanku, jikalau orang ingin tahu: hanya berkat pengasihanMu rukunlah aku dan Engkau. ‘Ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmatMu, ‘ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmatMu. Amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami merendahkan diri di hadapan Allah dengan berpuasa dan berdoa kepada Tuhan agar diberikan jalan aman bagi kami dalam menjalankan pemilu tanggal 14 Pebruari 2024, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. amin.
