”GRONTOL JAGUNG”
Views: 0
Bacaan: Filipi 1:21-22 (TB 2)
“Sesungguhnya, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Namun, jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Saudaraku, grontol jagung merupakan salah satu jajanan tradisional khas Jawa Tengah dengan bahan baku berasal dari jagung dan yang memiliki cita rasa manis dan gurih. Grontol juga biasa disebut dengan nama blendhung, bledhus, atau blendhuk. Makanan tradisional ini berasal dari jagung pipil yang telah direndam dalam air kapur sirih (dalam bahasa Jawa disebut injet). Jagung-jagung tersebut kemudian ditiriskan dan dikukus dengan mengunakan dandang subluk (kukusan). Selanjutnya, jagung ini dihidangkan dengan menambahkan taburan kelapa parut, sedikit garam dan gula pasir. Grontol jagung merpuakan salah satu upaya masyarakat untuk dapat bertahan hidup manakala beras sangat sulit diperoleh di masa penajahan Jepang. Grontol jagung juga menyimpan pelajaran yang baik bagi kehidupan, yaitu: tentang kesedian berkurban bagi pihak lain. Kita tahu bahwa jagung adalah salah satu buah yang bijinya paling rapi. Namun demikian, ia tidak mempertahankan keindahan dan kerapiannha bagi diri sendiri, melainkan bersedia dipipil dan diolah bagi kepentingan manusia. Selain itu, olahan jagung ini juga kaya akan manfaat, yaitu: seratnya sangat bermanfaat untuk memperbaiki pencernaan, sehingga dapat menurunkan resiko kanker usus; kandungan mineral seperti magnesium, tembaga besi, dan fosfor yang ada dalam bulirnya sangat bermanfaat untuk tulang dan meningkatkan fungsi ginjal; antioksidannya bermanfaat untuk menjaga kulit agar awet muda; vitamin B dan asam folatnya dapat meningkatkan sel darah merah yang berkurang karena seseorang terkena penyakit anemia serta bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan janin; Vitamin C, karotenoid dan bioflavinoidnya dapat menjaga jantung agar tetap sehat dengan mengendalikan kadar kolesterol dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.
Saudaraku, Grontol jagung mengingatkan tentang bagaimana seharusnya kita hidup sebagai anak-anak Tuhan. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk memberi hidup yang berdampak bagi sesama. Kita tahu bahwa kita sudah mendapatkan berkat dan pertolongan dari Tuhan, oleh karena itu sudah semestinya kita juga berupaya untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain. Istilah yang seringkali dipakai adalah “diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain”. Sikap seperti inilah yang dinyatakan oleh Rasul Paulus. Dalam suratnya kepada Jemaat di Filipi, Rasul Paulus menyatakan, “Sesungguhnya, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Namun, jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu”. Ayat ini mengingatkan kita bahwa selama Tuhan masih menganugerahkan kehidupan bagi kita, maka selama itu pula kita menyerahkan hidup kita untuk dipakai menjadi alat-Nya. Kita dipanggil untuk menjalani kehidupan yang berdampak bagi orang lain serta menghasilkan buah. Buah yang dihasilkan bukan sekadar buah biasa tapi buah yang manis yang dapat menjadi berkat bagi sesama serta memuliakan Tuhan. Dengan kata lain, Paulus mengingatkan, yang terpenting bukan seberapa lama kita hidup, tapi seberapa besar dampak dan buah yang kita berikan kepada orang lain.
Saudaraku, kiranya sajian grontol jagung hari ini, mengingatkan kita untuk dapat menjalani kehidupan ini sesuai dengan tujuan yang sudah Tuhan tetapkan bagi kita, yaitu: untuk menjadi alat-Nya dengan menghasilkan buah dan menjadi berkat bagi sesama bagi kemuliaan nama-Nya. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami rindu untuk menggunakan hidup kami sebagai alat saksi-Mu. Dengan demikian kami dapat bermanfaat dan menjadi berkat bagi orang-orang lain. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk dapat mewujudkannya. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin.
