IA MENGHAPUS AIR MATA
Views: 0
Bacaan: Wahyu 21:1- 8
Salam sejahtera, semoga dalam memasuki tahun 2022, Tuhan yang hadir dalam hidup kita memberikan kebahagiaan, penghiburan, menghapus air mata, seperti dinyatakan dalam Wahyu 21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”
Ketika kitab Wahyu dituliskan, ada kaisar Romawi yang ingin didewakan, dan menyuruh semua rakyat, dan orang Kristen menyembah kaisar tersebut sebagai dewa, harus ikut pola hidup orang Romawi yang bertentangan dengan iman Kristen. Kalau tidak mau, maka orang Kristen, diburu, ditangkap, dianiaya, dihina, dibunuh. Banyak tangisan, kedukaan, kesedihan akibat aniaya tersebut. Dalam situasi seperti ini, kitab Wahyu memberi kekuatan, pengharapan, penghiburan bahwa Kristus akhirnya menang dan orang yang mati demi imannya pada Yesus adalah orang yang menang, mendapat hidup kekal dengan Tuhan, air mata dihapus Tuhan.
Dalam situasi seperti ini, orang Kristen dituntut keberanian, ketekunan dalam perjuangan iman, agar pada saat kematian karena aniaya, ia ditetapkan Allah sebagai pemenang. Orang yang mati dalam Tuhan walau disiksa, ia tetap berbahagia, tidak ketakutan. Perbuatan dalam perjuangan iman ikut di dalam surga. Dalam perjuangan iman, selama di dunia lama, memang mengeluarkan air mata, tapi setelah selesai berjuang, sampai akhir hidup, maka orang beriman beristirahat dalam damai, dalam kebahagiaan, dan tanpa air mata. Yesus adalah contoh perjuangan iman, dalam siksaan, disalib dan mati, kemudian menang, dalam kuasa Allah yang membangkitkanNya. Stefanus juga adalah contoh perjuangan iman, disiksa, dilempar batu, sampai mati, tapi ia berbahagia, karena melihat surga menantinya. Orang yang berjuang dalam iman ketika sakit parah, menjelang kematiannya, ia juga berbahagia karena melihat surga menantinya, ia merasakan kuasa Allah bersertanya selalu.
Dunia lama akan dihancurkan Allah. Dunia lama adalah dunia yang pemimpinnya dikuasai iblis, seperti kaisar Romawi yang congkak, ingin didewakan, ingin disembah, merusak kehidupan, bertindak tidak adil, tidak benar, tidak damai. Ia menganiaya, menindas, menghina dan membunuh. Kaisar Romawi yang dikuasai iblis, akan mati di dunia dan mati kekal di akhir zaman. Kaisar Romawi digambarkan sebagai iblis, antikris, tapi Yesus sudah memukul kalah iblis. Herodes pemimpin yang haus kekuasaan, bertindak tidak adil, tidak benar, ingin diagungkan, membunuh orang termasuk bayi-bayi di Betlehem. Allah juga merendahkan dan menghukum Herodes.
Dunia lama dihancurkan dengan cara Yesus mengalahkan iblis, kemudian mengikat, mengurung iblis, dimasukan ditempat khusus untuk iblis dan pengikutnya. Setelah itu Allah menciptakan dunia baru, tanpa iblis. Dalam dunia baru, manusia hidup aman, damai, adil, benar, penuh kasih, tidak ada yang menyesatkan manusia. Tidak ada yang menggoda manusia. Tidak ada yang membawa manusia untuk menyembah kaisar, dewa dan materi. Tidak ada yang menganiaya dan tidak ada membunuh manusia. Tidak ada air mata, tidak ada kedukaan. Hidup dalam kekekalan. Dalam dunia baru, hanya ada kehadiran Allah. Tuhan Yesus, hidup bersama-sama dengan umat, memerintah umat milik Tuhan.
Memasuki dunia baru, orang Kristen digambarkan sebagai pengantin perempuan yang sangat rindu dan mengasihi pengantin pria yaitu Tuhan Yesus. Pengantin perempuan akan berdandan secara maksimal ketika hendak menjumpai pengantin pria, Tuhan Yesus. Hubungan umat dan Tuhan Yesus adalah hubungan yang sangat mengasihi dan merindukan Tuhan dengan segenap hati. Bukan hubungan seksual manusia dengan bidadari cantik di dunia baru, seperti digambarkan kelompok agama tertentu.
Allah adalah alfa dan omega, yang awal dan akhir, artinya Allah menguasai seluruh dunia dan sejarahnya. Allah pasti sanggup melakukan pembaruan dunia. Allah adalah sumber dan tujuan segala-galanya, orang tidak akan haus lagi karena Allah memberi air kehidupan yaitu keselamatan dan hidup kekal. Orang yang menang, yang setia, tidak menyimpang dari jalan benar, menang atas pengoda dan aniaya, akan masuk dalam dunia baru. Orang yang menyerah pada dosa, ikut menyembah kaisar, menyembah keduniawian, ikut perilaku buruk di sekitar, akan dihukum Allah. Orang yang kalah adalah orang penakut, kalau dianiaya akan menyangkal Yesus, seperti yang dilakukan Petrus, waktu Yesus disalib. Tapi syukur Petrus bertobat dan menjadi berani melayani Tuhan walau ada aniaya. Allah mendorong orang menang atas dosa, atas aniaya, setia pada Kristus di tengah aniaya. Orang yang kalah adalah orang yang tidak percaya dan tidak setia pada Kristus karena aniaya, orang yang keji, membunuh orang Kristen, sundal, tidak setia pada Allah, pendusta menyimpang dari kebenaran. Orang yang kalah akan masuk di tempat iblis dikurung, diikat.
Pada masa kini ada juga orang yang dianiaya, ditindas, menangis, seperti ada satu keluarga tinggal dekat dengan rumah ibadah agama lain. Pengkotbah di rumah ibadah tersebut, menyampaikan kotbah dengan menghina Yesus, menghina orang Kristen, sampai anggota keluarga menangis, tidak tahan mendengar penghinaan dari pengkotbah tersebut. Orang yang menghina, menganiaya, orang yang percaya Tuhan Yesus, maka orang tersebut sama seperti kaisar Romawi, congkak, jahat, menganggap diri dan imannya yang paling benar dan merendahkan iman orang lain, menindas orang beragama lain dengan hinaan, makian, melakukan pembakaran rumah ibadah. Terhadap orang yang menganiaya orang Kristen yang setia, maka Tuhan juga berjanji akan mengikat mereka bersama iblis, di dunia gelap, dunia iblis. Mereka akan hidup dalam penderitaan yang berat dalam siksaan kekal, mereka tidak masuk dalam dunia baru.
Dalam tahun baru 2022, ketika kita mengalami penderitaan aniaya, penghinaan, tindakan kekerasan, kita tidak bisa melawan kuasa iblis, kuasa jahat, tapi Tuhan Yesus berjanji akan memberi kemenangan atas iblis, atas kejahatan, atas ketidakadilan, ketidakbenar yang dilakukan orang lain. Tuhan berjanji akan menghapus air mata, dengan memberi hidup di dunia baru. Darah Yesus memulihkan orang yang berdosa, agar hidup baru dan setia kepada Tuhan, sampai akhir hidup.
Memasuki tahun 2022 kita percaya Tuhan Yesus memberi kemenangan, Tuhan sanggup menghapus air mata, dari segala penderitaan, kesulitan hidup kita, mari kita merenungkan kalimat dalam PKJ 161: 2 Air matamu dihapus Tuhanmu; dulu menangis di waktu bersemai, kini bersuka saat menuai, penuh harapan, iman dan kasih. Amin.
Berdoa:
Ya Tuhan kami tidak tahu apa yang terjadi pada tahun 2022, tapi kami yakin Tuhan Yesus akan memberi kemenangan, kekuatan dalam menghadapi pergumulan, tantangan tahun 2022. Tahun 2022 adalah tahun perjuangan iman agar setia pada kehendak Tuhan, memuliakan Tuhan, menyembah Tuhan, dan kami diberi kebahagiaan, air mata kami dihapuskan Tuhan. Kami berjuang dengan penuh pengharapan, iman dan kasih. dalam Yesus kami berdoa, amin.
