KAU KUAT DAN BERHARGA
Views: 0
Bacaan: Kejadian 37-45
Berapa banyak dari kita yang seringkali bertanya dalam hatinya: mengapa Allah melakukan ini dan melakukan itu dalam hidup saya?. dengan menitik air mata, membayangkan kehidupan susah yang sedang dialami nya. Seolah mau mengajari Allah: seharusnya Engkau berbuat ini atau itu padaku ya Allah. Semakin kita bertanya, semakinlah kita tak menemukan jawabannya. Air mata lalu dapat berubah menjadi rasa tercekik dan berubah lagi menjadi kelelahan sedemikian rupa di tubuh ini, dan semakin kau tak berdaya. Tetapi anehnya semakin dicari, alasan mengapa ini dan itu yang memberikan berbagai efek di tubuh tadi, namun jawabannya semakin tak diketahui. memang demikianlah realitanya, bahwa tak semua hal dalam kehidupan ini dapat dipahami adannya oleh kita.
Ketika kita membaca kisah Yusuf, maka kita juga dapat mengerti bahwa memang tak hal jalan Allah dapat dipahami. Kisah Yusuf adalah sebuah kisah tentang seorang yang hidupnya dipenuhi cinta, setia dan bergantung kepada Allah saja, dan Yusuf hanya menjadi dirinya dalam mengisi kehidupan ini. Hal yang adalah dirinya yakni bahwa Yusuf adalah pemimpi. Dalam ketulusan dan keterbatasannya sebagai manusia biasa, Yusuf suka menceritakan mimpinya. Dan kesukaannya ini, awalnya memberikan kepadanya akibat buruk, ia dibenci, dimusuhi dan bahkan “dibuang” oleh saudara-saudara nya. Ia lalu menjadi budak di Mesir.
Bayangkan saja, seorang anak kesayangan ayahnya lalu menjadi budak di tanah yang tak ia kenal sebelumnya. Apakah Yusuf tak resah dan risau, atau bersedih dan menangis? Meski tak diceritakan dalam kisahnya, maka kemungkinan besar itulah juga yang dialami oleh Yusuf, karena demikianlah manusia pada umumnya. Namun dalam kesedihan dan ketidak berdayaannya, Yusuf tetap menjadi sosok yang setia pada Allah dan dipenuhi oleh kasih dalam hidupnya. “Tetap menjadi dirinya”, yang dahulu telah mengakibatkan ia di”buang”, ia tunjukkan untuk menunjukkan perhatian dan kasih kepada sesamanya, temannya san lalu kepada sang raja. Malah “menjadi dirinya” sendiri dengan menunjukkan kemampuan yang unik dan luar biasa itu yakni mimpi, dan dia tunjukkan dengan diselimuti oleh kasih, telah dipakai Allah untuk membawa keselamatan bagi negeri tempat ia tinggal, bahkan memberi kan keselamatan dari kelaparan bagi keluarganya. Suatu karya Allah yang besar, dinyatakan melalui Yusuf.
Mari kita belajar dari kisah Yusuf. Tetaplah menjadi diri sendiri yang dipenuhi oleh ketaatan kepada Allah dan dipenuhi kasih kepada sesama. Dijauhkanlah dari pada kita untuk meninggalkan Allah pada masa sulit dan tidak memahami kehendak Allah. Tetap, dan tak menyerah untuk setia kepada Allah. Tetap dan tak menyerah untuk berbuat dan menunjukkan kasih kepada semua orang. Dijauhkanlah dari kita hati yang dipenuhi kemarahan dan kebencian, karena itu akan berakibat menyengsarakan orang lain atau malah diri sendiri.(seperti yang dilakukan oleh saudara-saudara Yusuf). Tinggalkanlah masa lalu, lepaskanlah dan yakinlah bahwa Tuhan memandangmu berharga, kau dikasihiNya. Engkau kuat dan berharga di mata Tuhan. Tetaplah menunjukkan kasihmu dengan memperlihatkan dirimu sebagimana adanya, Tuhan menyempurnakan segala keunikan dirimu dan bisa memakainya menjadi saluran kebaikan dan keajaiban Allah bagi sekitar mu. Tuhan bersamamu selalu 🙏.
“Dalam hidup ini, banyak hal yang di luar jangkauan dan pikiran kita dapat terjadi, namun berbahagialah setiap orang yang bergantung pada Allah saja dan tetap menjadi dirinya dan dipenuhi kasih untuk menyebarkan karya Allah”
(LiN18-01-2022)
