BERTINDAKLAH BIJAKSANA
Views: 0
Bacaan: Mazmur 2:1-12
Salam sejahtera semoga makin banyak pemimpin, hakim dan kita semua yang mampu bertindak bijaksana seperti ungkapan dalam Mazmur 2:10 Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!
Mazmur 2 adalah pernyataan Allah tentang Mesias yang diurapi, sebagai pemimpin raja-raja di dunia, tapi para pemimpin dunia memberontak melawan Mesias, yang berarti juga melawan Allah. Pemberontakan mereka itu ditertawakan Allah. Allah adalah raja sesungguhnya di dalam kepemimpinan Mesias. Allah memberikan otoritas dan kuasa penuh kepada Mesias atas dunia ini. Allah sudah menetapkan Mesias yang diurapi, maka sia-sialah para pemimpin dunia yang memberontak terhadap Mesias yang diurapi. Dengan wibawa Allah, Mesias mengimbau para pemimpin dunia untuk bertindak bijaksana, taat dan mengakui kedaulatan Allah. Dengan demikian mereka tidak akan menerima murka Allah, melainkan aman berlindung kepada-Nya.
Pemimpin negara, pemimpin daerah, pemimpin keluarga diminta Tuhan untuk bertindak bijaksana, bukan hanya berkata-kata bijaksana. Ada pemimpin di suatu daerah, senang mengeluarkan kata-kata bijaksana, tapi tindakan, keputusan bijaksana untuk kesejahteraan, keadilan, kemakmuran bagi rakyat tidak direalisasi. Uang rakyat dibagikan untuk kelompok-kelompok yang mendukung dia untuk menjadi pemimpin, uang rakyat dikorupsi, tidak ada pembangunan infrastruktur untuk mengatasi masalah di tengah masyarakat.
Pemimpin yang bertindak bijaksana sangat dibutuhkan menjelang pemilu 2024, kita tidak butuh pemimpin yang hanya berkata-kata bijaksana. Kita juga membutuhkan anggota DPR, DPRD yang membuat keputusan, peraturan yang bijaksana, serta hakim atau aparat hukum yang bijaksana agar rakyat hidup makmur dan sejahtera, serta damai, berkeadilan. Pemimpin yang bertindak bijaksana adalah pemimpin yang sangat mencintai rakyat, bukan yang hanya mencintai keluarga dan kelompok tertentu. Seluruh waktu dalam hidupnya hanya diperuntukkan bagi kepentingan rakyatnya.
Dalam Alkitab raja Salomo digambarkan sebagai pemimpin yang bertindak bijaksana sehingga memberi kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi rakyat. Pemimpin yang bertindak bijaksana mendengarkan dengan saksama semua keluhan rakyat, kemudian membuat tindakan keputusan yang bijaksana. Mengapa Salomo memiliki kemampuan bertindak bijaksana? Itu karena anugerah Tuhan. Ia mencintai Allah, dan ia mendengarkan dan menuruti nasihat Tuhan yang diberikan kepadanya. Allah senang kepada Salomo, karena itu pada suatu malam Ia berkata kepada Salomo dalam mimpi, apa yang diinginkan Salomo? Salomo menjawab, ia membutuhkan hikmat Tuhan untuk memerintah dengan benar karena ia masih sangat muda dan tidak tahu bagaimana mestinya memerintah. Tuhan senang dengan apa yang diminta Salomo, dan Tuhan memberi hikmat yang besar padanya, juga memberikan apa yang tidak dimintanya, yaitu kekayaan dan kemuliaan. Selama pemerintahan Salomo, Allah memberkati bangsa itu. Tanah mereka menumbuhkan banyak sekali gandum dan jelai, buah anggur dan pohon ara serta makanan lainnya.
Pemimpin yang bertindak bijaksana adalah pemimpin yang mau ditegur, tidak mengeraskan hati, tidak melawan kepada kehendak Allah. Mau ditegur agar mengabdi kepada Allah dengan takut, hormat pada Allah bukan mengabdi kepada kehendak, kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok. Mengabdi berarti mengakui Tuhan sebagai Allah dalam hidup sehari-hari. Seorang hakim memutuskan bersalah orang yang dianggap penista agama, keputusan itu bukan tunduk pada kebenaran Tuhan tapi tunduk pada kehendak kelompok tertentu yang memberi tekanan besar, melalui demo-demo besar. Hakim ini belum mengabdi pada Tuhan. Mengabdi kepada Tuhan berarti hakim, pemimpin mengabdi pada kebenaran Tuhan bukan mengabdi kepada orang yang berkuasa, kelompok yang menekan, dan orang punya uang dalam memberi suap pada hakim atau aparat hukum atau pemimpin tertentu.
Mengabdi pada Tuhan dengan gembira dan menyadari keagungan Tuhan. Mengabdi dengan rendah hati dan bersukacita, sujud menyembah Allah, merendahkan hati dengan sadar akan dosa ketika berhadapan dengan Allah yang Maha Kudus. Mengabdi kepada Allah dengan berbahagia, karena mengasihi Allah. Orang yang bertindak bijaksana telah berhenti dari sifat yang melawan kehendak Allah dan selalu mencari perlindungan dari Allah, bukan mencari perlindungan pada manusia, pada uang, kuasa atau kekuatan dunia lainnya.
Orang yang tidak bertindak bijaksana adalah orang yang congkak terhadap Allah hanya ikut kehendak sendiri, kehendak orang lain dan kehendak dunia. Congkak dengan menentang Tuhan Yesus, menentang iman Kristen. Kelompok masyarakat yang ateis termasuk menentang Tuhan Yesus dan iman Kristen. Suatu pemerintahan yang anti Kristen, membom gedung gereja kemudian menggantikan dengan gedung yang lain. Kepada orang yang congkak, saatnya akan tiba, Allah akan mengakhiri pemberontakan manusia dan menegakkan Kerajaan Allah di atas muka bumi ini. Allah Bapa berjanji mengalahkan semua pihak yang menentang pemerintahan-Nya. Janji ini akan digenapi ketika Kristus datang ke dunia pada akhir zaman dan membinasakan semua musuh Allah. Orang yang setia mendengarkan Tuhan, mengikuti kehendak Allah dimampukan Tuhan bertindak bijaksana di hadapan Allah dan berlindung pada-Nya sampai hari penghakiman yang dahsyat itu tiba.
Orang yang bijaksana dihadapan Allah, akan mendengarkan suara Tuhan dan tidak mengeraskan hati (Ibrani 3:7,15). Orang yang keras hati menjadi sesat hati, hatinya jahat, dan tidak mengenal jalan Tuhan, tidak percaya Tuhan, murtad. Orang yang bijaksana dihadapan Allah adalah orang yang mau menerima nasihat agar tidak tertipu daya oleh dosa, teguh berpegang pada kehendak Tuhan sampai akhir hidupnya.
Orang yang bertindak bijaksana adalah orang yang takut akan Tuhan. Orang bodoh dan tidak bijaksana adalah orang yang menghina hikmat Tuhan dan didikan. Orang yang bijak, belajar dan menambah ilmu yang arif agar beroleh pengertian yang bijaksana seperti ungkapan dalam PKJ 280:1 Takut akan Tuhan , yaitu permulaan pengetahuan, tapi orang bodoh, selalu menghina hikmat dan didikan. Baiklah orang bijak belajar dan menambah ilmu yang arif agar beroleh pengertian yang bijaksana. Amin
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya semakin banyak pemimpin, hakim dan kami semua yang mampu bertindak bijaksana memberi kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi banyak orang. Kami makin mencintai Allah, mendengarkan dan menuruti nasihat Tuhan dan Tuhan memberi hikmat bagi kami seperti Tuhan memberi hikmat pada Salomo, dalam nama Yesus kami berdoa, amin.
