DIAMPUNI DOSANYA
Views: 0
Bacaan: Mazmur 32: 1-5
Salam sejahtera semoga kita makin berbahagia karena dosa kita diampuni Tuhan dan kesalahan kita dimaafkan, kejahatan kita tidak diperhitungkan dan kita tidak berjiwa penipu seperti ungkapan dalam Mazmur 32:1-2 .. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
Orang berdosa, dengan jujur mengaku dosanya, maka dengan anugerah Tuhan diberikan pengampunan dosa. Anugerah Tuhan ini, selalu kita puji dan renungkan, supaya hati kita terhibur dan berbahagia. Kita berbahagia karena anugerah dan berkat Tuhan, bukan dari kekayaan dan kehormatan dunia.
Orang yang tidak diampuni dosanya oleh Tuhan, ia akan binasa. Kita tidak mau binasa, karena itulah kita sangat membutuhkan pengampunan dosa. Ketika diampuni dosa kita, maka kita sangat bersyukur dan berbahagia, karena kita sudah melewati perjuangan yang pahit dan berat.
Diampuni dosa adalah kesempatan yang tidak boleh kita lewatkan, karena itu kita memberikan diri untuk diampuni dosa kita oleh Tuhan. Diampuni dosa berarti Tuhan tidak lagi memandang kita bersalah, tidak mengingat kesalahan kita, tidak memperhatikan dosa kita.
Dosa adalah pelanggaran hukum Allah, melawan kehendak Allah, tidak tepat sasaran. Hukuman Tuhan ditimpakan bagi orang berdosa, tapi ketika diampuni dosa oleh Tuhan, maka hukuman dibatalkan, sehingga kita memperoleh kebebasan, seperti kasus pemuda A, yang dituntut 12 tahun dipenjara tapi hakim membebaskannya, maka A sangat bersyukur dan berbahagia. A bebas dari beban berat yang menekan. Pengampunan dosa memberikan kelegaan, bagi orang yang letih lesu dan berbeban berat.
Ketika orang jatuh dalam dosa maka orang tersebut menyadari diri telanjang, malu dihadapan Tuhan, kemudian tubuh mereka ditutupi dengan daun pohon ara dan membuat cawat (Kejadian 3:7).
Pengampunan dosa berarti dosa kita ditutupi Tuhan, orang tidak malu lagi dihadapan Tuhan, tidak bersembunyi lagi dihadapan Tuhan, bebas, lega, bahagia, bersyukur menghadap Tuhan. Dosa membuat kita menjadi tidak layak dihadapan Tuhan, seperti orang berpakaian buruk, tidak layak, gelisah berada di tempat pesta pernikahan. Orang yang diampuni dosanya, sudah menggunakan jubah kebenaran dari Tuhan Yesus, dan jubah itu sangat layak, indah di hadapan Allah, orang menjadi bebas, lega, bahagia dihadapan Tuhan.
Allah tidak murka lagi terhadap orang yang sudah diampuni dosanya, Allah tidak mengingat lagi dosa orang tersebut. Allah berdamai dengan orang yang sudah diampuni Tuhan, kemudian orang berdamai dengan diri sendiri dan dengan sesama.
Orang yang diampuni dosanya berarti pelanggaran kita tidak diperhitungkan lagi, tidak dituduhkan lagi, dan kita memakai kebenaran Yesus, karena di dalam Yesus kita dibenarkan Allah, pelanggaran kita tidak diperhitungkan. Pelanggaran dan kejahatan kita sudah ditanggung Tuhan Yesus, maka kita tidak lagi menanggung pelanggaran dan kejahatan tersebut dan tidak melakukan pelanggaran dan kejahatan lainnya. Manusia tidak dapat membenarkan diri sendiri, tidak dapat melepaskan sendiri dosa dan hukuman dosa, hanya Allah yang dapat melepaskan dan membenarkan kita melalui Tuhan Yesus. Dengan usaha manusia menjadi saleh, berbuat amal, manusia tidak bisa melepaskan dosa dan hukuman dosa, tidak bisa membenarkan diri sendiri dan merasa paling benar dihadapan Allah dan manusia seperti yang dilakukan oleh ahli Taurat dan orang Farisi, merasa paling benar paling suci karena rajin ibadah lahiriah.
Ahli Taurat dan Farisi adalah orang yang berjiwa penipu, munafik, sepertinya mereka taat pada kehendak Allah, padahal lebih taat kepada kehendak sendiri, ingin dipuji dengan ibadah lahiriah yang dilakukannya. Orang berjiwa penipu, merasa diri suci, tidak berdosa, tidak mengakui dosa, dan menganggap orang lain berdosa, tidak suci, rendah, suka menghina dan menyingkirkan orang berdosa, suka menghukum orang berdosa lainnya, karena merasa diri seperti Tuhan hakim yang adil. Adam dan Hawa berjiwa penipu ketika mau merasa diri seperti Tuhan. Orang berjiwa penipu karena mendengar bisikan iblis yang suka menipu, memutarbalikan firman Tuhan, merasa diri benar. Iblis menganggap pemahaman Adam dan Hawa tentang firman Tuhan salah, kemudian iblis menipu Adan dan Hawa, dengan mengunakan firman Tuhan yang ditambahkan, dikurangi menurut keinginan iblis, dan memutarbalikan firman Tuhan.
Orang yang diampuni dosanya adalah orang yang tulus, jujur mengakui dosanya, tidak berpura-pura suci. Jujur membenci dosa, bukan pura-pura mengaku dosa, jujur tidak ingin melakukan dosa yang sama. Orang yang berjiwa penipu, sekarang mengaku dosa, membenci dosa, besok mengulangi dosa yang sama, seperti anak B yang bersalah, karena banyak main game, kemudian dapat nilai buruk. Anak B mengakui kesalahannya tapi pada hari berikutnya diulangi lagi kesalahan yang sama dan nilainya kembali buruk. Anak B belum tulus mengakui dosanya. Menurut Firman Tuhan, orang yang diampuni dosanya oleh Tuhan adalah orang yang tidak berjiwa penipu dihadapan Tuhan.
Orang yang diampuni berarti pelanggarannya tidak diperhitungkan, itu membuatnya berbahagia, karena berkat Tuhan dicurahkan atasnya. Orang yang tidak diampuni dosanya adalah orang yang tidak berbahagia, karena berkat Tuhan, kasih Tuhan, penebusan dari Yesus tidak diterima, pemeliharaan Allah Bapa dan bimbingan Roh Kudus tidak diterimanya. Orang yang tidak mau mengakui dan menyesali dosa adalah orang yang tidak berbahagia, letih, lesu, berbeban berat, karena menanggung sendiri dosa. Pikiran negatif, kebencian, dendam, sakit hati, luka batin, kekecewaan, kesal, kebosanan, ketakutan, kesedihan, ditanggung sendiri, tidak mau diserahkan kepada Tuhan Yesus, yang bisa melepaskan kita dari beban berat tersebut, serta memberi kelegaan.
Marilah kita memuji keagungan kasih Allah yang tidak ada taranya. Tuhan Yesus Anak Allah mencari yang sesat dan diampuniNya, seperti ungkapan dalam NKB. 17:1 Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya; Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah. Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra menjelma, Dia mencari yang sesat dan diampuniNya. Reff O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya! Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya. Amin.
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya kami makin berbahagia karena dosa kami diampuni, kesalahan kami dimaafkan, dan kami tidak berjiwa penipu. Kami terus belajar dengan jujur, tulus mengaku dosa kami, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa amin.
