harian
SUAMI KEPALA ISTRI
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Efesus 5: 21-33
Salam sejahtera semoga kita makin memahami tentang peranan kepala atau pemimpin istri, yang meniru peran Yesus sebagai kepala jemaat, yang menyelamatkan umat dari dosa. Dan istri tunduk seperti anggota jemaat tunduk kepada Tuhan Yesus dan kehendakNya (Efesus 5:22-23 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh).
Kepala atau pemimpin istri berarti suami yang sadar bahwa hidup sendirian tidak baik, karena Tuhan telah berfirman bahwa seorang laki-laki, tidak baik sendirian, maka Allah akan menjadikan seorang penolong yang sepadan dengan laki-laki (Kejadian 2:18). Kepala istri diciptakan untuk hidup bersama, bersatu dengan istri yang menjadi penolong yang sepadan. Hidup bersama, bersatu berarti didalam hati, jiwa dan pikiran kepala selalu ada keinginan untuk hidup bersekutu dengan Tuhan dan dengan istri, dengan anak, dengan sesama anggota gereja dan anggota masyarakat.
Ketika belum menikah, anak laki-laki bersekutu dengan orangtua, kakak adik tapi setelah menikah, anak laki-laki meninggalkan orangtua adik dan kakak, kemudian menerima tanggungjawab menjadi kepala atau pemimpin istri. Dalam keluarga bersama orangtua seharusnya sudah dilatih, diajarkan bersekutu dengan Tuhan dan dengan anggota keluarga. Ketika bersama orangtua tidak dilatih, tidak diajarkan bersekutu dengan Tuhan dan anggota keluarga, maka ia akan menemui kesulitan dalam menjalankan tanggungjawab sebagai kepala istri untuk membangun persekutuan dengan Tuhan dan persekutuan dengan istri dan anak-anak.
Menerima dan melaksanakan peranan sebagai kepala istri, dilaksanakan berdasarkan janji nikah yang diucapkan di hadapan Tuhan dan jemaat. Dalam janji nikah suami menyatakan bahwa sebagai suami yang beriman, suami berjanji akan memelihara hidup kudus dengan istri dan akan tetap mengasihi istri pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, dan tetap merawat istri dengan setia, sampai kematian memisahkan.
Ini berarti sebagai kepala yang beriman maka ia harus makin berakar, bertumbuh dan berbuah. Untuk bisa berakar, bertumbuh dan berbuah, pemimpin istri harus menetapkan bersama tujuan atau visi pernikahan yang akan dicapai sampai akhir hidup. Tujuan pernikahan bukan sesuai keinginan daging kepala, tapi kepala tunduk kepada tujuan Tuhan ketika menciptakan pernikahan. Tujuan pernikahan yang dikehendaki Tuhan adalah membentuk persekutuan suami-istri berdasarkan kasih yang bersifat khusus dan menyeluruh, kemudian membangun keluarga yang mencerminkan citra Allah dan memuliakan Allah, membentuk keluarga yang bahagia, sejahtera, dan bertanggungjawab sebagai anggota gereja dan anggota masyarakat. Sebagai kepala atau pemimpin terus-menerus merenungkan, mengingat, menghayati tujuan pernikahan ini siang dan malam agar bisa dilaksanakan dan selalu memikirkan, dan berusaha agar tujuan ini terlaksana.
Hidup bersama sebagai suami istri adalah hidup bersama dengan tujuan yang sudah disepakati dan sudah diucapkan janjinya dalam ibadah peneguhan dan pemberkatan nikah serta bertekad untuk melakukan tujuan tersebut. Sebagai kepala terus-menerus melakukan, mengajak istri untuk melakukan persekutuan suami istri, mempersiapkan materi persekutuan. Kesatuan, kebersamaan akan terbentuk jika tujuan pernikahan dengan konsisten dicapai, dikerjakan sampai akhir hidup. Apabila kepala atau pemimpin lupa, lalai melakukan tujuan pernikahan maka istri sebagai penolong yang sepadan menolong kepala untuk mengingatkan dan membantu agar persekutuan suami istri dilaksanakan dengan kasih. Penolong yang sepadan maksudnya adalah menolong dalam mengerjakan tujuan pernikahan untuk membentuk persekutuan suami istri, membangun sifat-sifat Allah dalam keluarga, membangun kebahagiaan dan kesejahteraan dalam pernikahan dan keluarga, berperan dalam gereja dan masyarakat
Apabila tujuan pernikahan dilupakan, diabaikan maka kepala istri akan memperlakukan istri dan anaknya sekehendak hatinya, memperlakukan istri sebagai benda, sebagai bawahan atau budak, bukan sebagai penolong yang sepadan, yang setara. Ia akan memperlakukan istri dengan kekerasan fisik dan verbal, merendahkan, menghina dan mengabaikannya. Tujuan membentuk persekutuan suami istri dalam kasih agar kepala keluarga memperlakukan istri sesuai kehendak Tuhan, bukan sesuai kehendak daging dari kepala keluarga. Memperlakukan istri dengan kasih kepada Tuhan dan diwujudkan dalam kasih kepada istri. Kalau kepala keluarga belum berakar dan bertumbuh dalam mengasihi Tuhan, maka ia belum bisa berbuah dalam mengasihi istri. Ini pentingnya kepala istri, bersekutu dengan Tuhan dalam kelompok kecil di jemaat agar makin berakar dan bertumbuh serta berbuah dalam mengasihi Tuhan, mengasihi istri anak, anggota jemaat dan anggota masyarakat.
Istri tunduk kepada kepala istri dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan pernikahan. Kalau tujuan pernikahan dilupakan, diabaikan maka istri tidak bisa tunduk pada kehendak daging kepala istri. Kepala keluarga tunduk kepada Tuhan Yesus dan kehendakNya. Kehendak Yesus adalah menyelamatkan dengan kasih yang berkorban. Kepala istri taat pada cara Yesus yang mengasihi dengan berkorban untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Cara kepala istri mencapai tujuan pernikahan adalah dengan kasih yang berkorban dan menyelamatkan istri dari dosa. Tujuan pernikahan membentuk persekutuan suami istri dalam kasih, berarti membentuk sifat mengasihi yang berkorban dan menyelamatkan diri sendiri dan istri dari dosa. Persekutuan suami istri bukan menambah dosa, dosa kebencian, kekerasan fisik dan verbal, dosa menghina, merendahkan, mengabaikan, dosa mementingkan diri sendiri, dosa egois dan dosa lainnya. Persekutuan suami istri untuk mengurangi, menghancurkan dosa dosa yang menimbulkan konflik, yang merusak kesatuan atau kebersamaan.
Persekutuan rumah tangga yang berbahagia adalah yang bersepakat, sehati, tekun bersekutu dalam kasih, hingga mendapat damai, dan ikatan makin teguh. Tanpa Tuhan tidak ada berkat penuh, diungkapkan dalam KJ. 318 ayat 2.
Berbahagia rumah yang sepakat hidup sehati dalam kasihMu, serta tekun mencari hingga dapat damai kekal di dalam sinarMu; di mana suka-duka ‘kan dibagi; ikatan kasih semakin teguh; diluar Tuhan tidak ada lagi yang dapat memberi berkat penuh. amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami memahami peranan sebagai kepala istri dengan meniru peran Yesus sebagai kepala jemaat, yang menyelamatkan umat dari dosa. Mampukan kami sebagai istri tunduk kepada kepala istri dalam mencapai tujuan pernikahan yang sesuai kehendak Tuhan agar keluarga kami bahagia. Dalam nama Yesus kami berdoa. amin
GUNUNG SINAI
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Keluaran 19:20
Lalu Tuhan turun ke atas Gunung Sinai, ke puncak gunung itu. Kemudian Tuhan memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan Musa naik ke atas.
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, kali ini “melawan lupa” yang patut kita segarkan tentang suatu nama yaitu GUNUNG SINAI, disebut juga gunung Horeb, itulah gunung Allah (Kel 3:1). Daerah Sinai merupakan suatu jajirah (semenanjung) kecil menjorok di laut Merah antara Mesir dan jajirah Arab. Sebagian besar daerah Horeb ini gersang seolah-olah ditumbuhi oleh gunung-gunung batu, namun beberapa daerah tumbuh rumput dan juga baik untuk pertanian. Alkitab menyebut pertama gunung Horeb, tempat ketika Musa dipanggil Allah untuk membawa umat Israel dari perbudakan di Mesir kembali ke tanah Kanaan seperti yang dijanjikan Tuhan kepada mereka sejak Abraham.
Setelah Musa berhasil membebaskan Israel dari Mesir, sampailah mereka ke daerah Sinai. Selama 40 tahun mereka mengintari tanah Sinai, yang berarti juga terjadi pergantian generasi, termasuk Harun dan Musa telah tiada, maka Yosua membawa mereka menyeberangi sungai Yordan untuk masuk ke negeri Kanaan.
Nas renungan kita menjadi peristiwa terpenting untuk gunung Sinai ini. Umat Israel cukup lama berkemah di kaki sebuah gunung tertinggi dari semua gunung yang ada, itulah gunung Sinai. Dulu Musa heran dan hendak memeriksa api dari semak belukar yang tidak terbakar, rupanya api itu sebagai tanda kehadiran Allah dan memanggil Musa. Demikian juga setelah suatu umat yang besar di bawa oleh Musa di daerah Sinai ini, umat yang besar itu menyaksikan kobaran asap api, kilat pada saat siang dan malam, guntur dan guruh disertai dengan gempa, membuat hati umat itu takut, dan Tuhan berbicara dari atas gunung itu, sehingga umat itu berkata kepada Musa, “engkau sajalah yang naik menemui Tuhan, supaya jangan kami mati.” Gunung sinai itu dikuduskan, akhirnya Musa dipanggil Tuhan naik ke puncak gunung Sinai. Selama 40 hari, 40 malam Musa bertemu dengan Tuhan untuk menerima firman, menjadi hukum atau aturan untuk taat mengikut Tuhan. Berbagai aturan disampaikan Tuhan, dan yang paling utama Tuhan menuliskan Sepuluh Hukum di atas dua lembar (log) batu. Semua hukum, terutama Sepuluh Hukum itu dirangkum menjadi Taurat Musa. Selama 40 hari itu juga asap tebal, kilat dan guruh, bunyi sangkakala yang menggetarkan gunung itu, juga merupakan ujian iman bagi Isrel, dan mereka jatuh ke dalam dosa dengan menyuruh Harun membuat patung anak lembu menjadi sembahan mereka, selama Musa di atas gunung.
Selama 40 hari Disebut juga nabi Elia, setelah dia membinasakan nabi-nabi Baal di gunung Karmel, maka nabi Elia bersembunyi dari kejaran Isebel istri Ahab raja Israel, dia sampai ke gunung Horeb. Dari sanalah Tuhan mengutus dia kembali lagi ke Israel menyampaikan firman Tuhan (1 Raj 19:8).
Aplikasi:
- Negara yang menguasai semenanjung Sinai sekarang: A. Arab; B. Israel; C. Mesir; D. Yordania.
- Di Sinai ada terusan Suez yang menghubungkan laut: …….
- Pada tahun berapa terjadi peperangan di Sinai antara Israel dan Mesir.
Mari berdoa:
Di puncak gunung Sinai Musa menerima firman Tuhan untuk disampaikan kepada umat Tuhan. Firman dari gunung Sinai ini meneguhkan pengajaran dan jaji dari Tuhan yang digenapi di dalam Yesus Kristus. Ketaatan kami akan firman dan janji Tuhan menjadi genap dengan ketaatan kami dalam Yesus Kristus, yang menjadi jalan, kebenaran dan hidup kekal. Amin.
”GRONTOL JAGUNG”
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 5
Bacaan: Filipi 1:21-22 (TB 2)
“Sesungguhnya, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Namun, jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Saudaraku, grontol jagung merupakan salah satu jajanan tradisional khas Jawa Tengah dengan bahan baku berasal dari jagung dan yang memiliki cita rasa manis dan gurih. Grontol juga biasa disebut dengan nama blendhung, bledhus, atau blendhuk. Makanan tradisional ini berasal dari jagung pipil yang telah direndam dalam air kapur sirih (dalam bahasa Jawa disebut injet). Jagung-jagung tersebut kemudian ditiriskan dan dikukus dengan mengunakan dandang subluk (kukusan). Selanjutnya, jagung ini dihidangkan dengan menambahkan taburan kelapa parut, sedikit garam dan gula pasir. Grontol jagung merpuakan salah satu upaya masyarakat untuk dapat bertahan hidup manakala beras sangat sulit diperoleh di masa penajahan Jepang. Grontol jagung juga menyimpan pelajaran yang baik bagi kehidupan, yaitu: tentang kesedian berkurban bagi pihak lain. Kita tahu bahwa jagung adalah salah satu buah yang bijinya paling rapi. Namun demikian, ia tidak mempertahankan keindahan dan kerapiannha bagi diri sendiri, melainkan bersedia dipipil dan diolah bagi kepentingan manusia. Selain itu, olahan jagung ini juga kaya akan manfaat, yaitu: seratnya sangat bermanfaat untuk memperbaiki pencernaan, sehingga dapat menurunkan resiko kanker usus; kandungan mineral seperti magnesium, tembaga besi, dan fosfor yang ada dalam bulirnya sangat bermanfaat untuk tulang dan meningkatkan fungsi ginjal; antioksidannya bermanfaat untuk menjaga kulit agar awet muda; vitamin B dan asam folatnya dapat meningkatkan sel darah merah yang berkurang karena seseorang terkena penyakit anemia serta bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan janin; Vitamin C, karotenoid dan bioflavinoidnya dapat menjaga jantung agar tetap sehat dengan mengendalikan kadar kolesterol dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.
Saudaraku, Grontol jagung mengingatkan tentang bagaimana seharusnya kita hidup sebagai anak-anak Tuhan. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk memberi hidup yang berdampak bagi sesama. Kita tahu bahwa kita sudah mendapatkan berkat dan pertolongan dari Tuhan, oleh karena itu sudah semestinya kita juga berupaya untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain. Istilah yang seringkali dipakai adalah “diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain”. Sikap seperti inilah yang dinyatakan oleh Rasul Paulus. Dalam suratnya kepada Jemaat di Filipi, Rasul Paulus menyatakan, “Sesungguhnya, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Namun, jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu”. Ayat ini mengingatkan kita bahwa selama Tuhan masih menganugerahkan kehidupan bagi kita, maka selama itu pula kita menyerahkan hidup kita untuk dipakai menjadi alat-Nya. Kita dipanggil untuk menjalani kehidupan yang berdampak bagi orang lain serta menghasilkan buah. Buah yang dihasilkan bukan sekadar buah biasa tapi buah yang manis yang dapat menjadi berkat bagi sesama serta memuliakan Tuhan. Dengan kata lain, Paulus mengingatkan, yang terpenting bukan seberapa lama kita hidup, tapi seberapa besar dampak dan buah yang kita berikan kepada orang lain.
Saudaraku, kiranya sajian grontol jagung hari ini, mengingatkan kita untuk dapat menjalani kehidupan ini sesuai dengan tujuan yang sudah Tuhan tetapkan bagi kita, yaitu: untuk menjadi alat-Nya dengan menghasilkan buah dan menjadi berkat bagi sesama bagi kemuliaan nama-Nya. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami rindu untuk menggunakan hidup kami sebagai alat saksi-Mu. Dengan demikian kami dapat bermanfaat dan menjadi berkat bagi orang-orang lain. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk dapat mewujudkannya. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin.
TETAPLAH TEGUH DAN TIDAK BERGUNCANG
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 1
Bacaan: Kolose 1:23 (TB 2)
”Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak berguncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”
Tetaplah Teguh & TidaK Berguncang
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik.. Helen Roseveare adalah seorang misionaris, dokter dan penulis yang dikenal atas kesetiaan dan pelayanannya yang luar biasa kepada Tuhan. Dia meninggalkan tanah kelahirannya di Herfordshire, Inggris dan pergi ke Afrika pada tahun 1953 untuk mendirikan pusat medis di Zaire. Ketika pemberontakan dan peperangan saudara terjadi di Zaire, dia sangat menderita. Dia ditangkap oleh pemberontak dan dipaksa meninggalkan negara itu. Tetapi ternyata berbagai kesulitan yang dialami Helen Roseveare tidak mengguncangkannya. Dia kembali lagi dan memilih untuk tetap setia meneruskan misinya.
Tak dapat dipungkiri bahwa di dalam kehidupan selalu akan ada tantangan, kesulitan dan penderitaan, yang bila dirasakan terlalu berat akan membuat kita meragukan kasih dan kesetiaan Tuhan. Tantangan, kesulitan dan penderitaan pada akhirnya bisa menggeser iman pengharapan kita dari Injil Kristus, menggeser posisi kita sebagai anak-anak Tuhan, menggeser ketergantungan kita kepada Allah Bapa dan menggeser prioritas hidup kita. Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan supaya tetap teguh dan tidak bergeser adalah dengan terus mendengar suara-Nya, tetap fokus pada rencana Tuhan, dan bertekun dalam iman, teguh dan tidak terguncangkan. Jika tantangan, kesulitan dan penderitaan itu sedang menimpa hidup kita, kita harus menyadarinya sebagai sesuatu yang wajar, karena kita masih hidup di dunia. Kita harus menghadapi dan mengalaminya.
Dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan, kita akan tahu bahwa kasih Tuhan tidak pernah berubah. Melalui manusia Yesus, yang dapat merasakan semua pergumulan dan penderitaan manusia, Tuhan Allah menyatakan kasih dan karunia-Nya yang menyelamatkan. Dengan menghayati apa yang dilakukan Tuhan di dalam Yesus Kristus ini, kita akan dikuatkan dalam menjalani kehidupan ini, sekalipun itu tidak selalu mudah. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati.
MONGGO, SAMI NDEREK GUSTI!
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bapak Ibu, Saudara Saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom Alekhem! Dengan penuh sukacita hari ini saya mengajak Saudara untuk merenungkan firman Tuhan yang berupa undangan Tuhan Yesus bagi kita semua, berjudul: “Monggo, Sami Nderek Gusti”, dengan dasar dari Matius 4:18-20 (TB 2) “ Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Merekapun segera meninggalkan jala mereka dan mengikuti Dia” Demikianlah firman Tuhan. Yang berbahagia ialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang melakukannya.
Saudara-saudara yang terkasih perikop ini menceritakan Tuhan Yesus memanggil murid-murid-Nya yang pertama. Ketika Tuhan Yesus memanggil Petrus dan Andreas menjadi murid-Nya, mereka sedang menebarkan jala di danau, lalu mereka segera mengikut Tuhan Yesus. Undangan Tuhan Yesus ini adalah sebuah panggilan yang mulia. Pertama-tama ditujukan kepada Petrus dan Andreas waktu itu, tetapi juga untuk kita hari ini.
Puji Tuhan, sepanjang zaman ada banyak orang yang telah menerima panggilan Tuhan itu, termasuk saudara dan saya saat ini. Kalau Saudara ditanya orang, “Mengapa Saudara mengikut Tuhan Yesus?” Saya yakin, Saudara akan jawab: Karena kita percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamat. Tuhan Yesus mengatakan, “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Sebagai Juruselamat, Tuhan Yesus menawarkan keselamatan dan kehidupan yang kekal. Mengikut Dia berarti menerima anugerah-Nya.
Kepada Petrus dan Andreas dikatakan: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Apa artinya? Menjadi pengikut Tuhan Yesus, bukan saja untuk menerima anugerah keselamatan-Nya, tetapi juga mengalami transformasi kehidupan, yaitu hidup yang diperbarui.
Ketika kita mengikut Tuhan Yesus, kita dipanggil untuk menjadi penjala manusia, artinya melayani sesama manusia, membawa kasih dan damai-Nya.
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh Komunitas Ukulele (Komuke) GKI Kwitang, sebuah pujian yang berjudul: “Monggo-monggo, sami nderek Gusti. Gusti Yesus Juruwilujeng” yang artinya: “Mari-mari, bersama mengikut Tuhan. Tuhan Yesus adalah Juruselamat.” Seperti Petrus dan Andreas yang segera mengikut Tuhan Yesus, demikian juga kita dipanggil untuk segera mengikut Tuhan Yesus. Ingat Saudara, mengikut Tuhan Yesus berarti kita mengalami transformasi yang membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik, dipenuhi dengan tujuan dan makna.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menghidupi iman kita dengan menjadi teladan kasih Kristus di lingkungan kita. Tunjukkan kasih kepada keluarga, teman, dan bahkan orang yang memusuhi kita. Ini adalah cara kita menerapkan ajaran-Nya dalam tindakan.
Seperti Komuke mengajak: “Monggo, monggo sami nderek Gusti”, marilah kita ikut dalam kelompok kecil persekutuan atau lingkungan gereja di mana kita bisa saling mendukung dan belajar bersama. Komunitas akan membantu kita tetap setia dalam perjalanan iman kita.
Saudara-saudara, undangan Yesus untuk mengikuti-Nya adalah panggilan yang penuh kasih. Mari kita ambil langkah untuk mengikut Dia dengan sepenuh hati, menjadi alat di tangan-Nya untuk menjangkau dunia dengan kasih dan keselamatan. Mari kita katakan “ya” atas ajakan: Monggo, sami nderek Gusti! Amin, Saudara? Tetaplah mengikut Tuhan Yesus, Juruselamat! Bersediakah Saudara? Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan, Bapa kami yang di surga, kami bersyukur karena Tuhan telah memanggil kami untuk menjadi pengikut Tuhan Yesus yang mengalami kasih karunia dan keselamatan Tuhan. Mampukanlah kami menjadi pelayan-pelayan-Mu yang setia. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga!
(AM 3102024).
SIAPA YANG MENYESATKAN ORANG
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Matius 18: 6-9
18:6 “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. 18:7 Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya 2 . 18:8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. 18:9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.
Jaman sekarang banyak orang yang ingin menjadi pemimpin karena berkuasa dan dipandang orang. Selain karena memiliki kuasa, ingin menjadi pemimpin juga karena memiliki kemudahan-kemudahan. Dalam hal memiliki kuasa, demikianlah seharusnya pemimpin. Setiap orang yang menjadi pemimpin, akan menjadi tempat yang lain bertanya atau malah membuat seaeorang menyerahkan sesuatu pun bisa segalanya. Kita beruntung jika memiliki pemimpin yang mau menuntun, menguatkan dan menghantar kita untuk memperoleh berbagai kebaikan dan kebahagiaan. Nah persoalannya adalah ketika ada pemimpin yang justru merendahkan, memanfaatkan atau dan menindas yang lain itu untuk kepuasan dan kenyamanannya sendiri. Mereka ini adalah yang ingin dipandang sebagai pemimpin namun sesungguhnya adalah monster kejam dan jelek. Pemimpin demikian justru mencari cara dan berupaya agar ada “anak-anak” yang terjerat dan dan mabok oleh jaring dan racun ganasnya.
Inilah seaungguhnya yang sedang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada umatNya; ada mereka yang justru sukanya menyesatkan orang lain agar mereka terjerat dalam dosa lalu mereka hidup jauh dari Tuhan Allah dan menjadi hancur. Mereka ini layak diikatkan lehernya dengan batu kilangan yang begitu berat dan tak ada kesempatan untuk hidup. Karena jika hidup, akan mencari cara lagi untuk mencari “mangsa yakni anak-anak yang tulus dan lugu” untuk digoda dan dijerat dan lalu dihancurkan. Kita memang juga seringkali mencela mereka yang menyerahkan hidupnya untuk dijerat dan dihancurkan oleh si monter jahat dan jelek itu, sebagai orang-orang bodoh. Semoga celaan itu adalah sebuah niat besar dalam diri kita yang berkata bahwa:”saya adalah orang yang dilimpahi syukur karena segala yang Tuhan beri dan akan diberi teris oleh Tuhan adalah cukup, malah jika mungkin saya akan membagi kelebihan saya kepada sesama. Dan saya juga akan menjaga orang-orang yang dekat maupun jauh, agar terhindar atau terlepas dari jerat si monster jahat”, demikianlah sikap kita. Itulah pemimpin yang sejati. Juga mengingat apa yang dikatakan Tuhan Yesus tentang hukuman mereka yang menjadi moster jahat (pemimpin yang buruk) yang menjerat dan mebghacurkan orang lain demi keuntungannya, maka kita akan waspada, mawas diri, untuk menjaga diri, tak berubah menjadi monster jahat dan jelek. Ataupun jika sudah ada niat si kepala kita atau malah dan pernah juga tersandung , lalu berubah, maka saudara, segeralah bangun, berdiri, dan lepaskanlah segala yang membuatmu menjadi monster jelek itu. , Walau mungkin menjadi monster terasa menyenangkan karena dapat memiliki segala yang kita lihat dan inginkan di dunia ini, namun jika itu menyeretmu ke pada hukuman abadi, maka kalau perlu, potong saja tangan mu, kaki mu, cungkil matamu.
Firman Tuhan hari ini begitu keras, menggoncang kita agar tak terlena pada kejahatan dan nafsu duniawi. Pada narkoba, seks bebas, judi online, investasi untung besar sekejap (bodong), scamers cinta dll yang telah merampok dan menghacurkan banyak umat dari mulai remaja, pemuda dewasa dan juga orang tua. Firman Tuhan ini untuk kita semua agar tak menjadi monster jelek dan waspada terhadap tipu dayanya.
Dengan kerendahan hati kita memohon:
“Ya Tuhan, tuntunlah kami agar menjadi anak-anakMu yang cerdik dan tulus, berikan kami kemampuan membedakan antara monster jelek dan Malaikat Mu. Yang aeaungguhnya berbeda namun kami seringkali tak dapat membedakannya. Berikan kami hati yang bersyukur sehingga tak mudah tergiur. Berikan kami jiwa yang dipenuhi cinta dan sukacitaMu yang bijaksana dan dan taat pada kehendakMu. Amin
Tuhan menyertai kita (LiN-)
MELAYANI DENGAN KUASA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Markus 1: 21-28
Salam sejahtera semoga kita bisa melayani dengan kuasa Allah seperti Yesus melayani dengan kuasa Allah yang mengusir roh-roh jahat dari orang yang dikuasai roh jahat, Markus 1:27 Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.
Melalui Markus 1, kita belajar melayani seperti Yesus melayani dengan kuasa dari Allah yang diberikan kepada orang yang taat dan setia pada Allah dan kehendakNya, tidak mau digoda oleh iblis. Yesus melayani diawali dengan baptisan oleh Yohanes dan Roh Allah turun atas diri Yesus serta menerima persetujuan dari Allah bahwa Yesus adalah Anak Allah yang dikasihi Allah, dan diperkenan Allah.
Melalui baptisan Yesus mengambil keputusan untuk melayani keluar dari rumah. Kalau kita mau melayani di gereja dan di tengah masyarakat, kita harus berani mengambil keputusan untuk menerima panggilan Tuhan dalam melayani Tuhan dan sesama. Kehidupan yang tidak mengambil keputusan adalah kehidupan yang sia-sia dan tidak memuaskan. Kehidupan tanpa tujuan tidak akan pernah menjadi kehidupan yang bahagia. Panggilan Tuhan perlu dijawab dengan suatu keputusan untuk mau mengikuti tujuan Tuhan, bukan tujuan sendiri.
Melayani Tuhan dan sesama berarti mengorbankan tujuan, kehendak, kesenangan diri sendiri demi mengikuti tujuan, kehendak Tuhan dan menyenangkan Tuhan melalui pelayanan bagi sesama manusia. Melayani berarti menghadirkan kebaikan bagi orang lain yang tertindas, miskin, sakit, lemah, tidak berdaya. Orang yang melayani di gereja dan masyarakat, yakin bahwa pelayanan yang dilakukan benar-benar sesuai kehendak dan rencana Tuhan, bukan sesuai kehendak dan rencana sendiri. Semua yang dikerjakan dalam pelayanan disetujui atau diperkenan Allah. Orang yang diperkenan Allah, dan setia pada Allah disebut anak Allah, seperti Yesus disebut Anak Allah yang diperkenan Allah.
Melayani di dalam keluarga, gereja dan masyarakat, tidak menggunakan kekuatan, kuasa diri sendiri, tapi menggunakan kuasa dari Allah dengan turunnya Roh Kudus dalam hidup orang yang melayani, seperti Yesus menerima kuasa Roh Kudus. Roh Kudus diterima oleh orang yang mengalami kasih Allah dan mengasihi Allah. Roh Kudus menuntun orang pada kehendak dan rencana Allah, membimbing dan membawa orang untuk tidak mau mengikuti kuasa iblis. Roh Kudus membawa orang pada hidup damai dengan Allah, dengan sesama dan diri sendiri.
Dalam melayani kita harus memahami bahwa akan datang pencobaan, namun orang yang dikuasai Roh Kudus, pencobaan itu bukan untuk menjatuhkan dirinya dalam dosa, tetapi untuk menguatkan iman, membuat makin dewasa, berubah dari anak-anak menjadi dewasa dalam iman, bertumbuh dalam iman. Pencobaan adalah tantangan dalam pertandingan iman, yang harus dilalui agar mendapat piala kemuliaan. Pencobaan membuat orang menjadi lebih baik lagi.
Tujuan dari melayani adalah membawa orang menyesali dosa, diampuni, ditebus dan bertobat, agar sebanyak mungkin orang masuk dalam Kerajaan Allah. Waktu kedatangan Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobat itu tidak mudah, orang harus membenci dosa-dosa, kejahatan dalam hidupnya. Bertobat adalah perubahan dari mencintai dosa menjadi benci pada dosa, dan mencintai Tuhan dan kehendakNya.
Melayani tidak sendirian, tapi perlu suatu tim yang bekerja bersama-sama. Yesus membentuk tim kerja dalam pelayanan, dengan cara mencari orang yang mau dipanggil Allah dan mau dipersiapkan, diperlengkapi dengan pengajaran dari Tuhan agar mengerti tentang Kerajaan Allah. Orang yang terpanggil melayani adalah orang yang mau mengikuti Yesus, mau bersekutu hidup bersama Yesus, bercakap-cakap dengan Yesus, mau berdoa dengan setia. mau mendengar Firman Yesus, mendalami, merenungkan firman Tuhan siang dan malam dengan setia, mau melakukan kehendak Tuhan dengan melayani sesama.
Melayani sesama itu seperti memulihkan orang yang dikuasai roh jahat. Roh jahat adalah roh yang mengganggu manusia dan mendatangkan kerugian, tidak membawa kebaikan bagi manusia. Roh jahat bisa memindahkan sifat-sifat jahat, buruk, pada manusia. Roh jahat bisa membuat keadaan baik menjadi buruk. Roh jahat mengendalikan hati jiwa pikiran seseorang sesuai kehendak roh jahat dan manusia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Roh jahat yang menguasai orang akan menolak Yesus dengan mengatakan : “ Apa urusan-Mu dengan kami”. Roh jahat tidak suka dengan dekat dengan Yesus, karena ia tahu Yesus datang ke dunia untuk membinasakan dosa, kuasa jahat, kuasa iblis. Roh jahat melawan Yesus, tidak menghormati Yesus, dengan kalimat apa urusan-Mu dengan kami. Orang yang dikuasai Roh jahat tidak suka bersekutu dengan Yesus, tidak mau berurusan dengan Yesus dan orang yang percaya Yesus, suka menolak bersekutu dengan Yesus dan sesama orang percaya. Orang yang sudah dikuasai roh jahat dalam hal kecanduan permainan atau game, kecanduan media sosial, kecanduan narkoba, kecanduan judi online, kalau diajak bersekutu akan menolak, tidak perlu Tuhan mengurus dirinya. Orang yang dikuasai roh jahat, tidak membutuhkan Yesus, tidak menghormati dan tidak suka kehadiran Yesus, tidak suka merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Yesus mampu mengusir roh jahat, dengan kuasa Allah. Kuasa Allah bisa melepaskan manusia dari roh jahat, agar pulih.
Banyak orang sudah melihat kuasa Yesus mengusir roh jahat. Orang banyak takjub pada kuasa Yesus, tapi mereka tidak mau mengikut Yesus, tidak mau menjadi murid Yesus, tidak menyerahkan diri pada Yesus. Yesus dikagumi, diminati, tapi belum mau menerima ajaran Yesus. Kita melayani orang yang dikuasai roh jahat, yang kecanduan dalam banyak hal. Kita tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri tapi kita mengandalkan kuasa Allah yang mampu melepaskan orang dari roh jahat. Bagaimana melayani dengan kuasa Allah, kita terus belajar seperti Yesus melayani yang diuraikan di atas.
Kita menerima pengutusan dari Tuhan untuk menjadi saksi yang setia, beriman, mengisahkan kasih sorgawi kepada orang yang berbeban. Kita diurapi Roh Kudus agar tetap tekun di dalam kasih melayani setiap orang berkeluh seperti ungkapan dalam KJ. 429 ayat 3. Utus kami menjadi saksi yang setia beriman, mengisahkan kasih sorgawi pada orang berbeban. Roh Kuduslah yang mengurapi, agar kami tetap tekun di dalam kasih melayani setiap orang berkeluh. amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami untuk melayani dengan kuasaMu seperti Yesus melayani dengan kuasa Allah, kuasa Roh Kudus untuk melepaskan orang dari kuasa roh jahat agar bisa kembali pulih bersekutu dengan Yesus dan sesama. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
YERUSALEM
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Nas: 2 Samuel 5:6-7,
Raja bersama orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka berkata kepada Daud, “Engkau tidak sanggup masuk ke sini! Orang buta dan orang timpang pun dapat mengenyahkan engkau! Pikir mereka: Daud tidak sanggup masuk ke sini. Tetapi Daud merebut kota pertahanan Sion, yaitu kota Daud sekarang.
Saudara saudari yang dikasihi Kristus, beberapa nama tempat telah diangkat dalam renungan beberapa hari Senin yang lalu, seperti Betel, Bersyeba, Makhpela. Di angkat nama-nama tempat ini untuk melawan lupa menyegarkan kita melihat hal penting dengan tempat itu. Saat ini juga melawan lupa dan dapat menangkap hal penting dengan sebuah kota yaitu YERUSALEM. Rasanya pasti Anda memiliki arti penting dengan nama kota Yerusalem.
Dalam urutan Alkitab nama terbaca dalam Kej 14:18, “Melkisedek, raja Salem,” nama Salem itulah Yerusalem. Yosua memimpin Israel dengan pasukannya menyeberangi sungai Yordan memasuki tanah Kanaan, suku-suku Israel telah mendapat bagian menjadi milik pusaka mereka. Tetapi Yerusalem yang didiami orang Yebus tidak dapat diusir pasukan Yosua, sehingga orang Yebus yang diam di kota Yerusalem merasa aman dan menganggap kuat bertahan. Kemudian oleh raja Daud Yerusalem direbut, dan diduduki oleh Daud. Melihat kota Yerusalem yang terletak tinggi menunjukkan kota yang sulit diserang, sehingga Daud memindahkan ibu kota Israel dari Hebron ke Yerusalem, juga memindahkan Tabut Perjanjian ke Yerusalem. Demikian Daud membawa orang Israel beribadah kepada Allah dan meneguhkan kota itu dengan membangun istananya di Yerusalem. Oleh Salomo dibangunnya Bait Allah sehingga makin kokoh kota Yerusalem sebagai kota Allah sebagai gambaran Kerajaan Allah sebagai sumber hikmat dan pengajaran bagi bangsa-bangsa. Allah berjanji untuk anak cucu Daud itu akan tetap menjadi raja Israel, kalau mereka hidup menurut firman yang disampaikan Tuhan. Tetapi itulah masalahnya, tidak ada lagi raja-raja Israel yang hidup menurut firman Tuhan, justru raja-raja Israel berpaling kepada dewa-dewa dan berhala-berhala. Akhirnya Israel dan Yerusalem hancur karena ditinggalkan Allah, kota dan negeri yang dikecam tetapi dikasihi Allah.
Yerusalem dengan jatuh bangun sebagai Kota Allah, oleh raja-raja mereka nabi Allah yang membawa suara Allah diusir bahkan dibunuh, tetapi Allah tetap iangat akan janji-Nya yang telah diucapkan-Nya tentang Yerusalem kota Allah. Yerusalem yang dikecam dan yang kasihi, akan tiba saatnya Allah sendiri bertindak dengan perkasa untuk membangun Yerusalem sebagai kota Allah dan Israel sebagai Kerajaan Allah. Dalam akhir kitab nabi Yesaya membarui janji Tuhan tentang Yerusalem “ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, firman TUHAN, sama seperti orang Israel membawa korban dalam wadah yang tahir ke dalam rumah Tuhan.” Yerusalem telah melakukan perlawanan kepada kebenaran dan kasih Allah dengan menyalibkan Yesus, tetapi Yerusalem juga menjadi kota harapan yang dinantikan semua orang beriman akan datangnya Yerusalem yang baru, turun dari surga (Wah 21:2) sesuai dengan janji Tuhan.
Aplikasi:
- Seberapa besar kayakinan Anda atas janji Tuhan tentang Yerusalem baru?
- Coba cari tahu berapa kali Yerusalem telah dihancurkan.
- Berapa nyanyian yang Anda tahu telah diciptakan tentang Yerusalem?
Mari berdoa:
Bapa surgawi, harapan dan iman kami tetap kokoh menantikan janji Tuhan atas kedatanganan Yerusalem yang baru. Untuk itu kiranya Roh Kudus membimbing kami agar hidup yang berkenan kepada Bapa sebagai penantian Yerusalem yang baru. Demi Kristus kami berdoa. Amin. [AS300924]
BIKA AMBON
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Galatia 3:27-28 (TB 2)
“Sebab, kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Saudaraku, sepertinya hampir semua orang sudah tahu bahwa Bika Ambon adalah kue tradisional khas dari Medan. Kue ini terbuat dari bahan-bahan seperti tepung tapioka, telur, gula, dan santan. Kue bika ambon terilhami dari Bika atau Bingka makanan khas Melayu. Selanjutnya, bingka tersebut dimodifikasi dengan bahan pengembang berupa nira / tuak enau hingga berongga dan berbeda dari kue bika asalnya. Terkait dengan nama, maka ada beberapa versi cerita yang mengisahkan tentang asal-usul nama Bika Ambon ini. Pertama, nama itu sebagai pengingat karena pertama kali dijual dan populer di simpang Jl. Ambon-Sei Kera Medan. Kedua, nama itu merupakan akronim dari Amplas Kebon – sebuah nama daerah perkebunan karet – yang dipercaya sebagai tempat asal usul Bika Ambon. Ketiga, sebagai pengingat bahwa orang Ambonlah yang membawa kue Bika dari Melayu. Keempat, kata ‘ambon’ adalah kosakata di Medan – yang saat ini sudah tidak digunakan lagi – yang berarti lembut. Dari keempat versi cerita ini, memang tidak ada satupun yang dapat dikonfirmasi kesahihannya. Akan tetapi, saat ini orang hanya mengenal satu nama, yaitu ‘Bika Ambon’ oleh-oleh khas dari kota Medan yang enak rasanya.
Nama ‘Bika Ambon’ ini mengingatkan kita tentang jati diri kita sebagai murid-murid Kristus. Meskipun pada awal kemunculannya banyak pengikut Tuhan yang berasal dari kalangan bangsa Yahudi, namun dalam perkembangannya banyak bangsa lain yang menjadi pengikut Kritus. Sejarah mencatat bahwa pada abad pertama, pada umumnya orang Yahudi bergaul dengan Yahudi, orang Yunani dengan Yunani, orang kaya dan orang miskin tidak pernah berbaur. Namun demikian, ketika kekristenan semakin berkembang, Alkitab mencatat bahwa ada orang-orang seperti Priskila dan Akwila yang berlatar belakang Yahudi), Epenetus yang berlatarbelakang Yunani, dan Febe yang dengan kekayaannya telah memberikan bantuan kepada banyak orang, serta Filologus yang kemungkinan besar berlatarbelakang budak (bdk. Roma 16:1-16). Pertanyaannya adalah: apa yang menjadikan mereka yang berlatarbelakang berbeda ini dapat bersekutu bersama? Jawabnya hanya satu, yaitu: iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu, kepada jemaat di Galatia, Rasul Paulus menasihati, “Sebab, kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus”. Bila dikaitkan dengan ayat-sayat sebelumnya, maka frasa “mengenakan Kristus” berarti bahwa orang Kristen telah berpindah dari Hukum Taurat dan masuk ke dalam injil anugerah dan dapat menikmati penerimaan penuh dari Allah Bapa. Nasihat Rasul Paulus ini mengritik sikap membeda-bedakan yang kadang masih terjadi di jemaat Galatia. Kepada jemaat Galatia yang terdiri dari orang-orang yang berbeda latar belakang dan status sosialnya, Rasul Paulus meyakinkan bahwa mereka adalah satu di dalam Kristus dan sama-sama memperoleh janji keselamatan. Oleh karena itu, semua anggota jemaat – apapun latar belakangnya – mesti saling mendukung dalam pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan.
Saudaraku, ketika lidah kita mengecap Bika Ambon yang enak, maka kita tidak lagi mempersoalkan dari mana asal usul nama itu. Demikian dengan kekristenan kita, apabila kita semua saling mengasihi dan mendukung dalam pertumbuhan iman dan pelayanan, maka orang pasti tidak akan mempersoalkan lagi dari mana asal usul atau latarbelakang kita. Karena yang terpenting adalah Nama Kristus dimuliakan dan banyak orang dapat semakin mengenal Dia. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, Engkau menciptakan kami dengan berbagai keragaman. Oleh karena itu, kami rindu untuk menjadi anggota tubuh-Mu yang dengan kerendahan hati dapat saling mengasihi dan mendukung di dalam pelayanan. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk dapat mewujudkannya. Terimakasih Tuhan Yesus, amin.
