JANGAN TAKUT
Views: 0
Bacaan: Yeremia 1: 1-8
Dalam kehidupan kita, kita sering menjumpai sekitar kita yang membutuhkan kehadiran kita dan Tuhan memanggil kita untuk melakukannya, Namun kita juga seringkali menolaknya. Alasannya adalah karena kita merasa tidak mampu. Tidak mampu bisa karena kita memandang diri tidak memiliki kecakapan, atau tidak memiliki kepandaian, atau kita memandang diri tak menarik dan punya pengaruh, lalu kita menolaknya atau menghindarinya.
Hal ini juga terjadi pada Yeremia ketika ia dipanggil untuk menjadi Nabi. Agar Yeremia menyampaikan isi hati Tuhan kepada bangsa Israel. Pada saat itu Yeremia menolaknya, karena ia menyadari kelemahannya; Ia menyadari dirinya yang tak pandai berbicara dan masih muda. Demikianlah Ia nyatakan pada Tuhan untuk menolak panggilanNya.
Dalam memenuhi panggilan Tuhan Ingatlah bahwa Tuhanlah yang menghendakinya. Apakah Tuhan tak mengetahui keberadaan Yeremia yang demikian? Pastilah segala hal ada dalam pengetahuan Tuhan, jadi Tuhan sangat memahami kondisi Yeremia. Dan di tengah tidak kesempurnaannya Tuhanlah yang akan menyempurnakannya.
Ternyata ketika Tuhan hendak memakai seseorang menjadi utusanNya, ia tidak mencari kesempurnaan. Ia hanya mencari mereka yang mau untuk taat pada panggilannya. Tuhan pasti memahami bahwa manusia tak sempurna, Namun Tuhan yang sempurna itulah yang akan menyempurnakan mereka yang mau mendengar dan melakukan panggilanNya.
Dalam kepercayaan kepada Tuhan yang demikian kita dikuatkan untuk menjadi tak dikuasai ketakutan dikala sedang memenuhi panggilanNya. Bayangan ketakutan dari diri sendiri ataupun karena sikap halangan dari sekitar bisa saja hadir. Namun sebagai orang yang mempercayakan diri kepada Tuhan, kita akan menyandarkan diri kepadaNya memohon dan berlindung kepadaNya saja. Kita percaya bahwa segala usaha dalam keterbatasan kita jika diletakkan dalam tangan Tuhan, maka Tuhanlah yang akan mengubahkan nya menjadi apa yang Ia kehendaki.
Kini kita dikuatkan, dan dihalau dari ketakutan dari dalam diri kita karena kita tahu ada Tuhan bersama kita dan yang akan menyempurnakan kita. Jika ada oran orang disekitar kita yang menolak maka biarlah kita biarlah kita punya sikap seperti ” brantmusic “:
Let’s say “You can call me fragile, you call me weak, blame me for your problem, hell blame me from everything, you can call me stupid show your immaturity, you can call me crazy, you can call me anything”. Walk away and Then let go, stay cool and stay do best always…
Jadi bahwa takut mungkin hadir dalam melakukan kehendakNya, namun bersamaan dengan itu, kita percaya bahwa Tuhan Allah yang maha besar akan menyempurnakannya menjadi karya Agung dalam tanganNya. Kita akan terus melakukan nyang terbaik dalan melaksanakan panggilanNya dengan tenang dan bersandar dan berharap kepada Tuhan Allah saja. (LiN21-01-2022)
