HANYA DIA YANG MENGERTI
Views: 0
Mazmur 56 : 9
” Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih..Daud pada waktu itu diperhadapkan dengan pihak-pihak yang menginginkan kehancuran dan kematiannya, tetapi Daud berharap dan bersandar hanya kepada Tuhan, ia percaya bahwa Tuhan akan menolong dan menyelamatkannya.
Daud menyampaikan perkaranya kepada Tuhan, bahkan dalam tangisan minta tolong, ia percaya bahwa Tuhan peduli dengan apa yang sedang dihadapinya, Tuhan memperhatikan tetesan air matanya
Daud berkata, ”Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan”. Saat ini kita juga sedang menghadapi musuh yang tidak kelihatan, Menkes mengatakan bahwa kita sedang dalam medan perang dan Jakarta merupakan medan perang pertama dalam menghadapi Omicron.
Ada ancaman terhadap kehidupan manusia, ada kekuatiran, kecemasan dan ketakutan, namun teladanilah Daud, dia berkata, ”Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu”. Rasul Paulus juga mengatakan, ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. Mari kita untuk sampaikan segala beban hidup kita kepada Tuhan Yesus, Dia mengerti dan peduli, Dia mengerti hati dan tetesan air mata kita.
Alkisah ada seorang ibu yang sedang menginginkan suatu barang yang menurutnya itulah yang ia butuhkan. Namun suatu Ketika Allah memberi sesuatu yang bukan ibu tersebut maksudkan. Dan ibu ibu bertanya kepada saya “ Apa ya maksud Tuhan, saya butuhnya barang A tapi Tuhan berikan barang B?” Lalu saya merespon “Tuhan tahu apa yang sedang kita butuhkan, bukan apa yang sedang kita inginkan. Melalui barang B ibu juga mampu berkarya”.
Percayalah kepada Tuhan Yesus, pertolongan-Nya tidak pernah terlambat, selalu tepat dengan apa yang sedang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Dia adalah Allah Imanuel, Allah yang beserta kita dari dahulu, sekarang, dan yang akan datang. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati kita.
Doa
Mari kita berdoa, Engkaulah Allah yang mengerti hati setiap kami, Allah yang takkan membiarkan kami terjatuh dan Allah yang memperhatikan tiap tetes air mata pergumulan kami. Ya Allah, teruslah genggam erat tangan kami. Agar kami kuat menjalani hari-hari kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami telah berdoa. Amin.
