ELING LAN WASPODO
Views: 1
Bahan: Kejadian 8:1, 4,
Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun, .. Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
Tahun 1959 masa saya sekolah S R, di sekolah kami seorang guru menghukum murid karena tidak mengerjakan PR, kejadian itu terjadi setelah lepas istirahat. Si guru menghukum murid itu dengan memasukkan anak itu ke lemari yang ada di depan kelas dan mengunci pintu lemari itu. Seperti biasa lonceng tanda pulang telah berbunyi, sehingga murid-murid dengan siap hendak pulang, setelah memberi hormat “selamat siang” murid-murid berlari meninggalkan kelas dan beberapa guru sudah pulang duluan membuat semua guru dan murid buru-buru pulang. Satu jam kemudian sewaktu karyawan sekolah hendak menutup semua kelas dia mendengar ketukan-ketukan dan teriak, akhirnya dia tahu ada orang dalam lemari. Karyawan ini membuka paksa lemari itu dan mengeluarkan si anak, yang sempat tertidur di lemari itu. Peristiwa di atas menyatakan ingatan manusia terbatas.
Nuh yang sudah terombang ambing dalam bahtera oleh air bah, setelah tiba saatnya Allah mengingat Nuh dengan keluarganya dan semua binatang liar dan segala ternak yang ada dalam bahtera itu. Dulu Allah yang menutup pintu bahtera itu (Kej 7:16), yang hanya mungkin dibuka oleh Allah sendiri, maka tidak terbayangkan apa jadinya kalau Allah lupa akan Nuh dan seisi bahtera itu, seperti murid dalam lemari itu.
Kita sudah memasuki pekan ke-2 masa raya Adven, kata ingat (ELING) dan mengingat menjadi pokok penting dengan Adven. Allah mengingat perjanjian-Nya yang diikat-Nya dengan Abram, bahwa “olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”(Kej 12:3) Allah mengingat janji-Nya, selalu menjadi dasar Tindakan-Nya, dasar melanjutkan rencana-Nya. Kepada umat Israel, yang dengan kesal Allah mengatakan mereka “tegar tengkuk,” disebut juga “keledai dungu, kaum pemberontak,” dst. tetapi karena Allah mengingat perjanjian-Nya, maka Tuhan mengampuni, menyelamatkan bangsa itu dari kuasa tangan bangsa lain. Demikian juga raja-raja yang memerintah bangsa itu meninggalkan Allah membawa bangsa itu menyembah berhala, membuat Allah menghukum mereka dengan mengijinkan bangsa lain menjajah, menghancurkan kota-kota dan negeri mereka, akhirnya Allah mengingat janji-Nya, maka mereka ini dikumpulkan Kembali dan negeri mereka dibangun Kembali, karena Allah ingat akan janji-Nya.
Dengan masa Adven yang kedua ini, ada janji Tuhan yang kita syukuri, pertama: setelah tiba waktunya Allah mengingat dan menggenapi janji-Nya dengan mengutus Anak Tunggal Allah yaitu Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari dosanya. Dengan meriah penuh syukur kita rayakan dalam Natal. Kedua: Masa Adven, justru kita yang harus mengingat janji Tuhan untuk kedatangan Kristus Kembali. Untuk itu kita “ELING LAN WASPODO,” Agar kita tidak tertinggal menerima berkat keselamatan yang digenapkan dalam Kerajaan Sorga. Eling lan waspodo menjadi sikap iman kita yang kreatif dan transformatif, dalam kita merayakan Natal yad.
Kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Berapa kali Anda lupa akan janji yang pernah anda katakan: “ya, dengan segenap hati,” di hadapan Tuhan dan Jemaat.
- Apa janji Tuhan yang sangat penting bagi Anda.
- Buatlah janji Anda untuk Natal dan dalam menanti kedatangan Kristus kembali.
Mari berdoa:
Bapa sorgawi dalam Yesus Kristus, berharap pada Tuhan menjadi dinamika hidup kami. Segala janji Tuhan, telah dikejakan oleh Tuhan Yesus yang menjadi pokok keselamatan kami, demikian juga Dia telah meninggalkan janji untuk datang kembali, menggenapkan janji-Nya membawa kami masuk Kerajaan Sorga. Kami selalu ingat janji itu menjadi tujuan hidup kami dan waspada sebagai tindakan iman. Kami mohon Roh Kudus mengaruniakan hikmat agar iman kami tidak mati, tetapi nyata dalam tindakan kami, sampai Kristus datang kembali. Dalam Nama Yesus Tuhan, kami berdoa. Amin. [AS051222]
