KEBENARAN DAN KEADILAN
Views: 0
Bacaan: Kejadian 18:16-33
Salam sejahtera, semoga anggota GKI Kwitang semakin dapat mengisi kemerdekaan Indonesia, yang telah berusia 78 tahun, dengan mengusahakan kebenaran dan keadilan, karena kita telah dipilih Tuhan. Dan Tuhan memerintahkan agar anak-anak, dan keturunan supaya tetap hidup menurut jalan Tuhan dengan melakukan kebenaran dan keadilan, supaya janji Tuhan dipenuhi, seperti ungkapan dalam Kejadian 18:19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.”
Allah memilih Abraham untuk mengajarkan, memperkenalkan Allah dan kehendakNya kepada anak-anak dan keturunannya. Pengenalan akan Allah dan kehendakNya menjadi dasar kehidupan bersama. Allah ingin Abraham mempersiapkan generasi penerus yang mengenal Allah dan kehendakNya, dilatih patuh, taat, terhadap janji dan perintah Tuhan dan melakukan kebenaran dan keadilan. Bertindak adil dan benar sesuai sifat dan kehendak Allah.
Pada masa kini, Allah juga memilih umatNya untuk mengajarkan, memperkenalkan Allah dan kehendakNya kepada anak, remaja, pemuda agar menjadi generasi penerus, yang benar-benar mengenal Allah dan kehendakNya, serta taat pada janji dan perintah Tuhan, bertindak adil dan benar. Panggilan Abraham juga menggambarkan panggilan gereja, orangtua, untuk mendidik anak-anak, remaja, pemuda, sebagai generasi penerus agar menuruti jalan Tuhan, bertindak adil dan benar, dalam keluarga, gereja, masyarakat, dalam partai, lembaga tinggi negara, organisasi kemasyarakatan, tempat kerja, untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan.
Orang yang hidup dari kebenaran kasih karunia Yesus Kristus, maka ia akan berusaha menyatakan kebenaran dan keadilan di dalam hubungan antara manusia dan manusia, dalam hubungan antara yang kuat dan lemah (J. Verkuyl, Etika Kristen. Ras, Bangsa, Gereja dan Negara, BPK Gunung Mulia, 1992). Di mana ada keadilan, di situpun terdapat ketentraman dan cinta kasih, terjadi perkembangan kehidupan. Orang yang berkuasa, tapi mengabaikan keadilan dan cinta kasih, maka kekuasaan menjadi provokasi yang kasar dan kelaliman. Kekuasan dilaksanakan demi keadilan dan menyatakan cinta kasih, seperti Tuhan itu adil dan penuh cinta kasih. Tidak mungkin ada keadilan tanpa cinta kasih.
Gereja milik Allah juga berjuang, mengusahakan kebenaran dan keadilan, dan cinta kasih. Gereja tidak bisa tinggal diam seperti masa kediktatoran Hitler di Jerman. Ketika itu gereja di Jerman diam, tidak berusaha, tidak berjuang untuk kebenaran, keadilan dan cinta kasih. Banyak orang meninggalkan gereja, karena gereja tidak berusaha dan memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan cintah kasih. Cinta kasih kepada yang tertindas, yang lemah, tidak berdaya, mendorong orang untuk membebaskan orang tertindas, lemah, tidak berdaya, bukan memperlakukan mereka secara tidak adil.
J. Verkuyl menjelaskan bahwa tugas kekuasaan kehakiman adalah memelihara atau mempertahankan keadilan, untuk menghukum ketidakadilan dan menolong serta melindungi orang-orang yang diperlakukan tidak adil. Hakim dalam menegakkan keadilan, memberi kesempatan kepada terdakwa, tertuduh untuk membela diri terhadap tuduhan-tuduhan jaksa dan para saksi. Seorang terdakwa dapat menjadi korban tuduhan-tuduhan palsu dan saksi palsu. Hakim yang tidak adil adalah yang tidak memberi kesempatan kepada orang lemah, miskin, tidak berdaya untuk membela diri. Bagi orang yang tidak dapat membela diri, Tuhan adalah pelindung orang-orang yang tidak berdaya (Mazmur 72).
Gereja meniru sikap Allah sebagai hakim yang adil dan benar (Kejadian 18:25). Banyak orang memberi dakwaan, tuduhan terhadap Sodom dan Gomora, tapi Allah tidak langsung memutuskan hukuman bagi Sodom dan Gomora. Allah masih bertanya apakah tuduhan itu benar-benar dilakukan oleh Sodom dan Gomora. Allah memeriksa meneliti dakwaan, tuduhan tersebut. Apakah tuduhan itu dusta, palsu, fitnah. Baru setelah dakwaan, tuduhan dibuktikan maka Allah akan melakukan tindakan hukum sesuai kehendak Allah.
Majelis Jemaat A, membahas kasus ibu B, beberapa peserta persidangan mengungkapkan tuduhan kesalahan ibu B, kemudian Majelis Jemaat A memutuskan ibu B bersalah karena ajaran ibu B salah, ucapannya salah, perilakunya salah. Tapi ibu B tidak diberi kesempatan membela diri atas tuduhan pada dirinya. Sikap majelis jemaat A ini, tidak meniru sikap hakim yang adil, yang memberi kesempatan orang tertuduh, terdakwa untuk membela dirinya. Memperjuangan, menegakkan keadilan dan kebenaran adalah meniru sikap hakim yang adil, yang memberi kesempatan pada orang yang lemah, tidak berdaya untuk membela diri.
Dalam gereja ada tugas pengembalaan dari Majelis Jemaat, yaitu pelayanan yang dilakukan dalam kasih untuk mendukung, membimbing, menilik, menegur, menyembuhkan, dan mendamaikan agar orang hidup taat pada Allah dalam damai sejahtera dengan Allah dan sesama. Majelis jemaat yang menerima tuduhan, kemudian melakukan klarifikasi kepada tertuduh. Jika tuduhan itu tidak benar maka kasus dianggap selesai, kalau tuduhan itu benar, dilakukan teguran, nasihat agar bertobat. Jika tertuduh mau bertobat, maka kasus selesai. Jika tidak mau bertobat, maka akan ada pengembalaan dan tindakan selanjutnya.
Kita mengisi kemerdakaan Indonesia dengan mendidik anak-anak remaja, pemuda menjadi pemimpin di masa depan yang berjuang, mengusahakan kebenaran keadilan cinta kasih di dalam keluarga, gereja, masyarakat di bidang politik, ekonomi, sosial dan lain lain. Kita memberi teladan tentang memperjuangkan kebenaran dan keadilan serta cinta kasih. Memperjuangkan kebenaran dan keadilan bukan dengan berteriak, merendahkan orang lain, tapi berjuang dengan hati damai, dalam cinta kasih, bukan dendam dan sakit hati
Kita mengasihi, menggunakan segala hikmat dan akal cerdas dalam melakukan keadilan dan kebenaran demi memancarkan kemuliaan Tuhan seperti ungkapan NKB 215 ayat 6 Dan kasih antar pria wanita, segala hikmat, akal yang cerdas, keadilan dan kebenaran pun memancarkan kemuliaanNya. Reff: Nyanyikanlah kidung baru serta nantikan janji Tuhanmu. Nyanyikanlah kidung baru serta nantikan janji Tuhanmu. amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami mengisi kemerdekaan Indonesia, dengan mengusahakan kebenaran dan keadilan. Dan kami mendidik anak-anak, remaja, pemuda, kami agar hidup menurut jalan Tuhan dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa amin.
